Satu Pelajar SMP di Depok Terpapar Covid-19 Saat PTM
Kegiatan PTMT dihentikan sementara selama tujuh hari. Hal itu sesuai dengan peraturan walikota yang berlaku.
Satgas Covid-19 Kota Depok kembali menemukan adanya kasus positif di sekolah saat pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di Kota Depok. Kasusnya ditemukan kemarin di SMPN 2 Depok dan praktis hari ini tidak ada kegiatan PTMT di sekolah tersebut.
“Di SMP 2 benar ada satu siswa positif,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Rabu (3/11).
Kegiatan PTMT dihentikan sementara selama tujuh hari. Hal itu sesuai dengan peraturan walikota yang berlaku.
“Sesuai perwal, langkah mitigasi yaitu menghentikan sementara PTMT selama tujuh hari dan melakukan testing/tracing/treatment,” tukasnya.
Selanjutnya, dilakuka tes kesehatan antigen terhadap 50 orang yang kontak erat. Baik itu murid, guru dan tenaga pendidik yang ada di sekolah.
“Hari ini dilakukan Swab terhadap 50 orang kontak erat,” terangnya.
Diduga siswa tersebut terpapar dari keluarga. Dadang menyebut, selama ini temuan kasus positif di sekolah berasal dari klaster keluarga.
“Iya dari klaster keluarga. Selama ini untuk kasus di sekolah berawal dari klaster keluarga,” ungkapnya.
Kasus serupa juga pernah ditemukan di SMPN 10 Depok. Saat itu PTMT langsung dihentikan sementara selama tujuh hari. Kemudian ditemukan juga puluhan santri di Ponpes Babusalam Cimanggis yang juga terpapar dan mereka menjalani isolasi mandiri dalam area ponpes karena mereka adalah orang tanpa gejala (OTG).
Baca juga:
Sembilan Siswa di Kota Cirebon Tertular Covid-19, Sekda Beri Kejelasan Soal PTM
Sekolah di Jayapura Mulai Gelar Belajar Tatap Muka dengan Prokes Ketat
Jakarta PPKM Level 1, Kapasitas Belajar Tatap Muka Masih 50 Persen
Ratusan Guru dan Siswa di Bandung yang Positif Covid-19 saat PTM Sudah Sembuh
5 Siswa di Cirebon Positif Covid Setelah Dilakukan Tes Usap Acak di Sekolah
Disdik Kota Medan: Belum Ada Laporan Kasus Covid-19 di Sekolah