Satu orang hilang usai longsor terjang Limapuluh Kota
Satu orang hilang usai longsor terjang Limapuluh Kota. Koordinator Pos SAR Limapuluh Kota, Robi Saputra mengatakan, untuk melakukan evakuasi pihaknya butuh waktu hingga delapan jam lamanya karena jarak jauh dan medan yang berat.
Basarnas berhasil menemukan satu dari dua korban hilang setelah longsor di Mudiak Batang Paisi, Jorong Ronah Bengkek, Kenagarian Sialang, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Informasi yang berhasil dihimpun merdeka.com, kejadian longsor diketahui pada Minggu (1/7) pagi.
Koordinator Pos SAR Limapuluh Kota, Robi Saputra mengatakan, untuk melakukan evakuasi pihaknya butuh waktu hingga delapan jam lamanya karena jarak jauh dan medan yang berat.
"Lokasi untuk ke sana tersebut terjal dan dikelilingi perbukitan. Kami sempat membawa peralatan lengkap hingga motor trabas milik Basarnas, namun karena medan yang berat membuat kami harus menempuh perjalanan hingga 20 kilometer panjangnya dan menggunakan peralatan manual," kata Robi saat dihubungi merdeka.com.
Korban bernama Frengky (15) dan Rendi Saputra (15). Nahas bagi Rendi, dirinya tewas saat hendak dievakuasi petugas karena kehabisan nafas usai kehabisan nafas ditimpa material longsor.
"Yang selamat cuma Frengky dan mengalami luka-luka, sementara rekannya meninggal dunia. Keduanya saat kejadian tengah memancing usai kembalinya dari ladang gambir dan disana memang tidak ada satupun pemukiman penduduk," ujar dia.
Saat ini jenazah Rendy sudah dibawa ke kampung halamannya di Kota Payakumbuh untuk disemayamkan.
Baca juga:
Jalan Lintas Solok yang akan dilalui Jokowi ditimpa longsor
Banjir dan tanah longsor landa Myanmar usai hujan deras
2 Rumah di Indragiri Hilir amblas hanyut ke sungai
Jembatan ambrol akibat longsor, dua kecamatan di Muratara terisolir
Longsor di Bukit Ransam tutupi jalan Sumbar-Bengkulu
2,5 Jam tertimbun sedalam 2 meter, pekerja bangunan ditemukan selamat
Ini daerah rawan longsor di jalur mudik Jabar