Satpolairud Evakuasi Jasad Perempuan Terapung di Perairan Garut, Identitas Terungkap
Satpolairud Polres Garut berhasil mengevakuasi jasad perempuan terapung di perairan Santolo. Identitas korban terungkap, namun penyebab kematian masih dalam penyelidikan intensif.
Satpolairud Polres Garut bersama nelayan melakukan evakuasi jasad perempuan yang ditemukan terapung di perairan Pantai Santolo, Garut. Kejadian ini berlangsung pada Rabu, 15 April, sekitar pukul 09.30 WIB, setelah laporan dari masyarakat. Proses evakuasi dilakukan dengan cepat untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Penemuan jasad perempuan terapung ini pertama kali dilaporkan oleh nelayan yang sedang mencari ikan di sekitar perairan tersebut. Mereka melihat ada objek mencurigakan yang mengapung sebelum menyadari bahwa itu adalah tubuh manusia. Laporan segera disampaikan kepada Satpolairud Polres Garut untuk tindakan segera.
Setelah dievakuasi, jasad tersebut dibawa ke Dermaga Santolo dan selanjutnya menuju Puskesmas Cikelet untuk pemeriksaan medis. Langkah ini penting untuk mengidentifikasi korban serta mencari tahu penyebab pasti dari insiden tragis ini. Pihak kepolisian masih terus mendalami kasus.
Kronologi Penemuan Jasad di Perairan Santolo
Penemuan jasad perempuan terapung di perairan Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, Garut, terjadi pada Rabu pagi. Nelayan yang sedang melaut di sekitar lokasi tersebut menjadi saksi pertama atas kejadian ini. Mereka melaporkan adanya tubuh manusia yang mengapung di tengah laut.
Kepala Satpolairud Polres Garut, Iptu Aep Saprudin, menjelaskan bahwa laporan diterima sekitar pukul 09.30 WIB. Menanggapi laporan tersebut, tim Satpolairud segera bergerak menuju lokasi penemuan. Respons cepat ini bertujuan untuk memastikan penanganan yang tepat dan efisien.
Proses evakuasi jasad perempuan terapung kemudian dilakukan oleh tim gabungan Satpolairud dan nelayan. Jasad berhasil dibawa ke Dermaga Santolo sebelum akhirnya diangkut menuju fasilitas kesehatan terdekat, Puskesmas Cikelet. Koordinasi antara aparat dan masyarakat sangat penting dalam penanganan kasus ini.
Identifikasi Korban dan Proses Penyelidikan
Setelah evakuasi, jasad korban dibawa ke Puskesmas Cikelet untuk dilakukan pemeriksaan medis dan identifikasi. Langkah ini krusial untuk mengungkap identitas sebenarnya dari jasad perempuan terapung tersebut. Pemeriksaan awal memberikan petunjuk penting bagi penyelidikan.
Hasil pemeriksaan sementara mengidentifikasi korban sebagai Asih, seorang perempuan berusia 66 tahun. Ia diketahui merupakan warga Kampung Gunungsulah, Desa Cigadog, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Identitas ini kemudian dikonfirmasi oleh pihak keluarga korban.
Setelah identitas dipastikan dan diakui oleh keluarga, jasad korban diserahkan untuk proses pemakaman. Meskipun demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terkait penyebab pasti kematian Asih. Penyelidikan berlanjut untuk mengungkap seluruh fakta di balik insiden ini.
Sumber: AntaraNews