Satgas Sebut Salah Satu Penyebab Kasus Covid-19 Melonjak Adalah Keterlambatan Data
Dia mengatakan, pemerintah pusat dan daerah sedang memperbaiki sistem verifikasi data kasus Covid-19. Harapannya, perbaikan sistem ini mengurangi perbedaan data antara pemerintah pusat dan daerah.
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan, dalam sepekan terakhir kasus Covid-19 melonjak tajam. Bahkan, penambahan kasus Covid-19 sempat mencatat rekor tertinggi pada 16 Januari 2021 mencapai 14.224 dalam sehari.
Wiku menyebut, salah satu penyebab kasus Covid-19 melonjak tajam adalah data terlambat masuk.
"Salah satunya disebabkan verifikasi data yang terlambat masuk sehingga menyebabkan penumpukan pada pelaporan data di beberapa daerah," katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Selasa (19/1).
Dia mengatakan, pemerintah pusat dan daerah sedang memperbaiki sistem verifikasi data kasus Covid-19. Harapannya, perbaikan sistem ini mengurangi perbedaan data antara pemerintah pusat dan daerah.
"Saya minta ke depannya tidak ada lagi toleransi atau delay keterlambatan data karena ini sangat krusial dalam pengambilan keputusan," ujarnya.
Mantan dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia ini mengingatkan kesesuaian data kasus Covid-19 pemerintah pusat dan daerah sangat penting. Sebab, data tersebut menjadi acuan pemerintah dalam mengambil kebijakan penanganan Covid-19.
"Dengan data yang tidak realtime maka kebijakan yang dikeluarkan tidak tepat waktu sehingga menjadi tidak efektif," tandasnya.
Baca juga:
Tren Positif Covid-19 di DKI Selama Satu Pekan 16,4 Persen
Tim Investigasi Sebut China & WHO Seharusnya Bisa Lebih Cepat Cegah Pandemi Covid-19
Satgas Minta Pemda Cegah Penularan Covid-19 di Lokasi Pengungsian Bencana
DPRD Usul Dinkes Buat Kriteria Pasien Covid-19 Luar DKI Boleh Dirawat di RS Jakarta
Satu Lagi Tahanan KPK Positif Covid-19, Dipindahkan ke Wisma Atlet
Seorang Pria Tinggal 3 Bulan di Bandara Chicago AS karena Takut Covid-19