LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Satgas Covid-19 Ungkap Kendala Testing di Daerah hingga Belum Mencapai Target

Kendati begitu, Satgas Covid-19 menyebut bahwa jumlah testing nasional di Indonesia sudah melebihi target yang telat ditetapkan oleh World Health Organization (WHO).

2021-08-18 17:14:46
testing tiga
Advertisement

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memantau pemberlakuan testing terkait penanganan Covid-19 saat penerapan PPKM level 3 dan 4. Namun belum semua wilayah mencapai target pemberlakuan testing diberikan pemerintah pusat.

"Ada yang bisa mencapai 100 persen, namun ada juga yang mungkin capaiannya masih kurang dari 100 persen. Itu juga yang menjadi bagian evaluasi bagi Kementerian Kesehatan dan disampaikan kepada kepala pimpinan daerah," kata Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah, dalam siaran Youtube BNPB, Rabu (18/8).

Dia menjelaskan ada beberapa kendala terkait peningkatan testing di luar Pulau Jawa. Salah satunya terkait jumlah alat terbatas.

Advertisement

"Jumlah PCR tidak akan mampu untuk menutupi target dari jumlah standar pemeriksaan yang diharapkan sehingga perlu adanya penambahan alat," ujar dia.

Kendala lainnya menurut Dewi, adalah faktor dari Sumber Daya Manusia (SDM). Keterbatasan SDM saat melakukan testing kasus Covid-19 membuat target di pelbagai wilayah belum tercapai.

"SDM masih menjadi salah satu tantangan dikarenakan shift dari pelaksanaan laboratorium untuk melaksanakan pemeriksaan ini tetap butuh orang secara bergantian. Nah terkadang juga jumlah SDM-nya masih terbatas di beberapa wilayah sehingga belum bisa dengan cepat memenuhi kebutuhan tersebut," ujar Dewi.

Advertisement

Meski demikian, Dewi menyebut bahwa jumlah testing nasional di Indonesia sudah melebihi target yang telat ditetapkan oleh World Health Organization (WHO).

"Secara nasional saat ini sudah bisa melebihi standar yang WHO tetapkan. Nanti kalau kita break-down mulai terlihat di daerah-daerah mana, itu yang kita bilang harus kita bongkar, kita ulik datanya lebih detail lagi," tandasnya.

Reporter Magang: Leony Darmawan

Baca juga:
Kemenkes Sebut Biaya PCR di Luar Jawa-Bali Lebih Mahal karena Faktor Transportasi
Alasan Kemenkes Tarif Tes PCR Rp900.000 di Awal Pandemi: Harga Komponen Masih Mahal
Penurunan Tarif PCR Sudah Melalui Evaluasi BPKP
Ragam Harga Tes PCR di Bandara Dunia, Termurah Ada di India Cuma Rp 114.000
Alasan Pemerintah Kenakan Uji Validitas Antigen Tarif Rp694.000
Kemenkeu Soal Aturan Uji Validitas RT Antigen: PNBP Justru Dibuat 0 Persen

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.