LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Satgas Covid-19 Sebut EUL Vaksin Sinovac Keluar Akhir Mei 2021

“Vaksin AstraZeneca telah memperoleh EUL sejak Februari 2021,” ujarnya.

2021-04-15 16:04:40
Covid-19
Advertisement

Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan emergency use listing (EUL) atau daftar penggunaan darurat vaksin Sinovac akan keluar akhir Mei 2021. EUL tersebut dikeluarkan Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO).

“Prediksi pemberian EUL pada akhir Mei 2021,” katanya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Kamis (15/4).

Berbeda dengan Sinovac, vaksin AstraZeneca telah mendapatkan EUL dari WHO. Wiku menyebut, EUL vaksin AstraZeneca terbit pada Februari 2021.

Advertisement

“Vaksin AstraZeneca telah memperoleh EUL sejak Februari 2021,” ujarnya.

Vaksin Sinovac jadi sorotan publik setelah diketahui belum memiliki EUL. Bahkan, jemaah umrah Indonesia yang sudah divaksin Sinovac tidak bisa memasuki Arab Saudi.

Arab Saudi memberlakukan ketentuan bahwa setiap orang yang akan memasuki negaranya harus sudah divaksin Covid-19. Vaksin yang dimaksud harus memiliki EUL.

Advertisement

Sementara juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan setiap vaksin tidak harus mendapatkan EUL dari WHO.

"Vaksin tidak harus ada EUL," katanya saat dihubungi merdeka.com, Senin (12/4).

Dia menjelaskan, EUL dikeluarkan WHO untuk kepentingan proses Covax Facility. Berdasarkan lama WHO, EUL merupakan prosedur berbasis risiko untuk menilai dan membuat daftar vaksin, terapeutik dan diagnostik in vitro yang tidak berlisensi dengan tujuan mempercepat ketersediaan produk dalam menangani kondisi kedaruratan kesehatan masyarakat.

"Ini izin untuk pembelian oleh Covax. EUL itu dikeluarkan sehubungan dengan proses Covax Facility di mana harus ada izin seperti BPOM-nya di negara dengan mengeluarkan EUL," terangnya.

Baca juga:
IDI: Vaksin Buatan China Layak, Efikasi di Atas Ambang Batas WHO
CEK FAKTA: Hoaks Alat Swab Tes Berakibat Kanker
Satgas Covid-19 Sebut Vaksin Sinovac Dalam Proses Dapatkan EUL dari WHO
CEK FAKTA: Disinformasi Vaksin Sinovac Ilegal Karena Tanpa Izin WHO
DPR Minta Publik Tak Perlu Risau Efektivitas Vaksin Sinovac Rendah
Penjelasan Kemenkes Soal Vaksin Sinovac Belum Ada EUL WHO

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.