LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Satgas Covid-19: Efek Libur Lebaran Dilihat Dua sampai Tiga Minggu ke Depan

Selain itu, dia juga meminta agar masyarakat yang sempat melakukan perjalanan mudik dapat melakukan karantina mandiri sebelum melakukan aktivitas seperti biasa. Yakni karantina mandiri selama 5x25 jam.

2021-05-18 15:33:42
Satgas Covid-19
Advertisement

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan bila efek pasca libur Lebaran 2021 akan mulai tampak pada dua atau tiga minggu ke depan. Dia meminta agar masyarakat tidak terlena dengan data penambahan kasus Covid-19 saat ini yang mengalami penurunan.

"Seperti yang pernah saya sampaikan, bahwa efek dari libur panjang maupun suatu kegiatan masyarakat dapat dilihat dalam rentang waktu dua hingga tiga minggu setelah periode tersebut," kata Wiku dalam video YouTube BNPB, Selasa (18/5).

Selain itu, dia juga meminta agar masyarakat yang sempat melakukan perjalanan mudik dapat melakukan karantina mandiri sebelum melakukan aktivitas seperti biasa. Yakni karantina mandiri selama 5x25 jam.

Advertisement

"Kepada seluruh anggota masyarakat yang baru saja kembali dari bepergian, mohon sekali lagi agar melakukan karantina mandiri 5x24 jam sebagai bentuk tanggung jawab terhadap orang-orang di sekitar kita," ucapnya.

Wiku juga meminta agar perusahaan ataupun perkantoran dapat mewajibkan karyawannya untuk melakukan karantina mandiri usai mudik.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau Kepala Daerah, Dinas Kesehatan, Pangdam, dan Kapolda untuk memastikan peningkatan tracing dan testing Covid-19. Berdasarkan pedoman badan kesehatan dunia (WHO), untuk setiap unit terkecil harus minimal 1 per 1.000 orang dites per minggu.

Advertisement

Budi menjelaskan, jika penduduk Indonesia adalah 270 juta orang, sekitar 40 ribu orang harus dites Covid-19 per harinya.

"Itu yang berlaku juga di seluruh unit-unit terkecil, kabupaten, kotamadya maupun provinsi. Dan sekali lagi dipastikan, tracing-nya pun harus jalan karena yang dites sebenarnya adalah testing epidemiologi adalah orang yang kontak erat atau yang terduga sudah terpapar Covid," kata Budi dalam keterangan pers YouTube Sekretariat Presiden Senin, (17/5/2021).

Budi juga mengimbau agar kepala daerah tetap menjalankan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dengan sebaik-baiknya. Masyarakat pun didorong untuk terus mematuhi protokol kesehatan.

Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Jokowi Minta Kepala Daerah Antisipasi Potensi Lonjakan Kasus Covid-19
Data Kasus Covid-19 per 18 Mei 2021: Tiga Provinsi Tidak Ada Tambahan Kasus Baru
Wali Kota Solo Gibran: Waspada Klaster Keluarga dan Piknik
Penelitian di AS Sebut Vaksin Pfizer & Moderna Ampuh Lawan Virus Corona Varian India
Satgas Covid-19 Sebut Kasus Positif dan Angka Kematian Mingguan Turun
Satgas Catat Mobilitas Masyarakat ke Pusat Perbelanjaan Naik Hingga 111 Persen

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.