Satgas Catat Pengungsi di 3 Provinsi Sumatra Terus Menurun
Satgas mencatat jumlah pengungsi pascabencana di Sumatra terus menurun. Saat ini tersisa 111.788 orang di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Jumlah pengungsi pascabencana di tiga provinsi di Sumatra terus menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data terbaru Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, total pengungsi yang masih berada di lokasi pengungsian tercatat sebanyak 111.788 orang.
Juru Bicara Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Amran, menyampaikan bahwa penurunan jumlah pengungsi terjadi secara bertahap seiring perkembangan penanganan bencana yang dilakukan pemerintah di lapangan.
“Data terakhir yang kami dapatkan di Posko Satgas, saat sekarang ini untuk pengungsi ini ada penurunan dari beberapa waktu ke waktu terus berkurang,” kata Amran dalam konferensi pers progres penanganan bencana di wilayah Sumatra di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Kamis (29/1/2026).
Rincian Pengungsi di Tiga Provinsi
Amran merinci, jumlah pengungsi di Provinsi Sumatera Barat mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Pada 24 Januari, jumlah pengungsi di wilayah tersebut tercatat sebanyak 10.854 orang dan kini berkurang menjadi 9.040 orang.
Sementara itu, jumlah pengungsi di Provinsi Sumatera Utara saat ini tercatat sebanyak 11.085 orang. Adapun Provinsi Aceh masih menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 91.663 orang.
Jika dijumlahkan, total pengungsi di tiga provinsi terdampak tersebut mencapai 111.788 orang.
Target Pemerintah Kurangi Pengungsian
Amran menyampaikan, penurunan jumlah pengungsi diharapkan terus berlanjut. Pemerintah menargetkan seluruh warga terdampak dapat segera keluar dari lokasi pengungsian seiring berjalannya proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Karena ini memang diharapkan semua pengungsi nanti tidak berada lagi di dalam pengungsian,” ujar Amran.
Ia menegaskan, tren penurunan jumlah pengungsi terus dipantau melalui Posko Satgas sebagai bagian dari evaluasi penanganan bencana di wilayah Sumatra.
“Ini ada penurunan jumlah yang terus berkurang dari waktu ke waktu,” katanya.