Satgas: Belum Ada Provinsi Capai Target Tracing Kontak Erat Covid-19
"Dari Kemenkes targetnya 1 banding 15. Kalau WHO intinya semua kontak erat wajib terlacak. Berarti untuk saat ini memang belum ada yang mencapai target tersebut,"
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan seluruh provinsi di Indonesia belum mencapai target tracing kasus kontak erat dengan Covid-19 sesuai standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Standar Kemenkes, pelacakan harus dilakukan kepada minimal 15 orang yang pernah kontak erat dengan satu pasien positif Covid-19.
"Dari Kemenkes targetnya 1 banding 15. Kalau WHO intinya semua kontak erat wajib terlacak. Berarti untuk saat ini memang belum ada yang mencapai target tersebut," katanya dalam talkshow yang dipantau merdeka.com, Kamis (16/9).
Meski demikian, kata Dewi, dari 34 provinsi di Indonesia dua di antaranya hampir mendekati standar tracing kontak erat Covid-19 Kemenkes. Dua provinsi tersebut adalah Jawa Timur dengan rasio kontak erat 14,38 orang dan Sumatera Utara memiliki rasio kontak erat 13,96 orang.
Sementara itu, sembilan provinsi mencatat rasio kontak erat antara 5 sampai 10 orang. Sembilan provinsi itu yakni DKI Jakarta mencapai rasio 9,00, Nusa Tenggara Barat 8,60, Jawa Barat 7,89, Jawa Tengah 7,08, Riau 7,07, Nusa Tenggara Timur 6,96, Banten 5,80, Kalimantan Tengah 5,25 dan Sumatera Selatan 5,14.
"PR-nya ada di 23 provinsi, di mana rasio kontak eratnya masih di bawah 5 orang. Mungkin kita banyak PR di sini," sambung Dewi.
Adapun 23 provinsi dengan rasio kontak erat di bawah 5 adalah Lampung 4,84, Jambi 4,69, Sulawesi Selatan 4,54, Aceh 4,35, Kalimantan Selatan 4,33, Sulawesi Tenggara 4,27, Kepulauan Riau 4,26, Bali 4,12 dan Sulawesi Utara 3,71. Kemudian Kalimantan Barat 3,64, Sulawesi Tengah 3,63, Gorontalo 3,52, Sulawesi Barat 3,49, Kalimantan Timur 3,23, Bengkulu 3,13, Papua Barat 3,10 dan DI Yogyakarta 3,03.
Selanjutnya, Sumatera Barat 3,02, Maluku 2,75, Bangka Belitung 2,60, Papua 2,42, Kalimantan Utara 2,10 dan Maluku Utara 0,0.
"Tapi ini progresnya luar biasa karena saya ingat bulan Maret ini rasio lacak kita 1 banding 2. Ini mulai bergerak baik, terutama bantuan TNI Polri yang membantu sebagai tracer sehintgga naik angka tracer saat ini," kata Dewi.
Baca juga:
Kemenkes: Penanganan Covid-19 RI Diakui Dunia, Tapi Masyarakat Jangan Lengah
Data Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran Per 16 September 2021
Anggota DPR Minta Pemerintah Perketat Tes PCR Pelaku Perjalanan Luar Negeri
Melampiaskan Emosi Akibat Pandemi di Ruang Kemarahan
Kemenkes: Varian Covid-19 Lamda & Mu Belum Masuk RI, Tapi Perlu Diwaspadai