Sandiaga Uno Sebut Capaian Vaksinasi di Sulsel Masih Tertinggal
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno meninjau pelaksanaan vaksinasi di Nipah Mal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat meninjau, Sandiaga menyoroti masih rendahnya angka vaksinasi di Sulsel.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno meninjau pelaksanaan vaksinasi di Nipah Mal Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Saat meninjau, Sandiaga menyoroti masih rendahnya angka vaksinasi di Sulsel.
"Ada tiga catatan utama, pertama vaksinasi Sulsel masih tertinggal dibandingkan nasional. Jadi ini kita pacu terus, karena untuk ekonomi bangkit harus mampu meningkatkan vaksinasi," kata Sandiaga kepada wartawan, Selasa (23/11).
Sandiaga mengatakan, vaksinasi dan penerapan ketat protokol kesehatan (prokes) bisa mengurangi tingkat infeksi Covid-19 hingga 53 persen. Untuk itu, dia berharap vaksinasi di Sulsel bisa ditingkatkan.
"Kita harus mampu meningkatkan vaksinasi dengan prokes yang telah terbukti dengan memakai masker mengurangi infeksi 53 persen, mencuci tangan 53 persen, dan jika kita menjaga jarak, 23 persen," urainya.
Catatan kedua, yakni penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 yang akan diterapkan saat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sandi mengaku saat ini sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masih tertekan akibat pandemi Covid-19.
"Pariwisata dan ekonomi kreatif sedang tertekan ini dan akan semakin membuat masyarakat kesulitan. Oleh karena itu, saya mendorong pemberian bantuan secara tepat sasaran, manfaat dan waktu," bebernya.
Sandi mengaku pihaknya sedang mempercepat program bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19. Ia juga mengapresiasi pihak-pihak yang turut membantu dengan memberikan bantuan kepada masyarakat.
"Saya terima kasih RKS (Relawan Kawan Sandi) memberikan bantuan kepada masyarakat, ini yang sudah ditunggu. Kami juga akan mempercepat program bantuan kepada masyarakat," kata mantan Calon Wakil Presiden (Cawapres) ini.
Catatan ketiga Sandi yakni vaksinasi terhadap lanjut usia (lansia). Ia mengaku berdasarkan demografi, remaja dan lansia harus menjadi sasaran vaksinasi.
"Ketiga, vaksinasi untuk lansia, ini dibuktikan tadi baik dari demografi remaja sampai lansia, semua tercakup di 1.200 yang dilakukan hari ini. Mari bangkitkan ekonomi, mari buka lapangan kerja dan saatnya kita untuk bergerak," pungkasnya.
Baca juga:
Hasil Uji Klinis Sebut Vaksin Covid-19 Aman untuk Anak dan Remaja
Dapat Target dari Jokowi, BIN Gelar Vaksinasi di Jakarta 3 Hari Berturut-turut
Ini 11 Kondisi Anak yang Tidak Boleh Ikut Vaksinasi Covid-19
6 Negara Ini Izinkan Vaksin Covid-19 untuk Anak di Bawah 12 Tahun
Manfaat Vaksin Setelah Sembuh dari Covid-19
Efek Samping Suntikan Ketiga Vaksin Covid-19