Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Efek Samping Suntikan Ketiga Vaksin Covid-19

Efek Samping Suntikan Ketiga Vaksin Covid-19 Vaksinasi Covid-19 Moderna di RSUD Pasar Minggu. ©Liputan6.com/Herman Zakharia

Merdeka.com - Beberapa kategori orang yang memenuhi syarat berkesempatan mendapat suntikan ketiga vaksin covid-19. Kebanyakan orang bertanya tentang efek samping yang dirasakan setelah suntikan ketiga tersebut. Efek samping yang paling umum ditemukan ternyata tak jauh berbeda dengan efek samping yang muncul pada suntikan vaksin covid-19 dosis sebelumnya.

Hasil penelitian yang diterbitkan di Morbidity and Mortality Weekly Report CDC seperti yang dikutip dari Fimela.com, melaporkan efek samping yang dirasakan hampir 12.600 orang setelah menerima dosis vaksin mRNA Covid-19 awal dan suntikan ketiga.

Pada tanggal 23 September, FDA memperbarui izin penggunaan darurat Pfizer untuk memungkinkan lebih banyak orang yang mendapatkan suntikan ketiga vaksin covid-19.

Berikut beberapa efek samping yang paling umum dirasakan para peserta penelitian setelah suntikan ketiga vaksin covid-19.

1. Nyeri di tempat suntikan, sekitar 66% peserta yang menerima suntikan ketiga vaksin COVID-19 Pfizer, sedangkan sekitar 75,9% peserta menerima suntikan ketiga vaksin COVID-19 Moderna.

2. Kelelahan, 51% untuk Pfizer dan 61,8% untuk Moderna.

3. Sakit kepala, 38,4% untuk Pfizer dan 49% untuk Moderna.

4. Nyeri otot, 36,3% untuk Pfizer dan 49,8% untuk Moderna.

5. Nyeri sendi, 23% untuk Pfizer dan 33% untuk Moderna.

6. Demam, 22,2% untuk Pfizer dan 36,4% untuk Moderna.

Efek samping seperti menggigil, bengkak di tempat suntikan, mual, muntah, diare, sakit perut, ruam dan kemerahan di tempat suntikan lebih jarang dilaporkan. Hasil penelitian menunjukkan lebih banyak orang yang mengalami reaksi di tempat suntikan setelah dosis ketiga daripada yang kedua.

Mereka juga melaporkan memiliki lebih sedikit reaksi sistemik, seperti kelelahan dan sakit kepala, setelah dosis ketiga, daripada yang kedua. Sekitar 22% penerima Pfizer dan 35% penerima Moderna melaporkan efek samping yang sangat parah, sehingga mereka tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari, yang lebih sedikit daripada jumlah orang yang melaporkannya setelah dosis kedua.

Kesimpulan dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa efek samping setelah suntikan booster cenderung serupa dengan yang terjadi pada dosis sebelumnya. Dan perlu diingat bahwa efek samping tersebut umumnya ringan dan sementara, tetapi vaksin bisa memberikan perlindungan jangka panjang terhadap covid-19.

Fimela.com/Annissa Wulan

(mdk/ttm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP