Saksi ahli Jessica sebut jasad Mirna kebiruan, bukan merah terang
Menurutnya, bila Mirna meninggal karena sianida yang ada dalam tubuhnya maka jasad Mirna akan berwarna merah terang
Ahli Patologi Forensik Universitas Indonesia, Djadja Surya Atmaja mengaku tak melihat jasad Wayan Mirna Salihin menunjukkan ciri-ciri terdampak dari racun sianida. Hal itu dilihatnya saat dirinya hendak mengawetkan jenazah Mirna dengan menggunakan formalin.
"Kulitnya saat saya lihat biasa warna biru. Pada jarinya, saya lihat juga biru. Saat dia saya formalin, Mirna kebiruan karena dia kekurangan oksigen," ujar Djadja dalam persidangan perkara kematian Mirna di Ruang Sidang Koesoemah Atmadja 1, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (7/9).
Seharusnya kata dia, bila Mirna meninggal karena racun sianida yang ada dalam tubuhnya maka jasad Mirna akan berwarna merah terang. Sementara pada jasad Mirna hanya warna kebiruan akibat dari kekurangan oksigen.
"Paling sedikit, warna merahnya, dan saya tidak lihat. Bagian tubuh yang tidak saya lihat, bagian bahu," ujarnya.
Tak hanya itu, sebagai ahli yang pernah mempelajari racun sianida selama 3 tahun itu tidak mencium aroma almond yang menjadi khas sianida. Untuk itu, dia menyimpulkan kematian Mirna bukan karena sianida tetapi bisa dipicu faktor lain.
Baca juga:
Ahli Patologi sebut harusnya jenazah Mirna diautopsi
Saksi Jessica sempat duga Mirna stroke, tapi lihat ada busa di mulut
JPU bakal analisa keterangan saksi Jessica karena ada pencekalan
Direktur PT KIA Mobil Indonesia jadi saksi di sidang Jessica
Ini kronologis pencekalan saksi ahli Jessica asal Australia
Ahli Patologi forensik RSCM: Mirna matinya bukan karena sianida