LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Saat Ketua KPK-Kapolri umbar kekompakkan sampai ada panggilan khusus

Baik pimpinan KPK dan Tribrata 1 kompak menyebut tidak ada permasalahan yang menyelimuti keduanya.

2017-09-20 05:03:00
KPK
Advertisement

Hubungan KPK-Polri sempat memanas. Penyidik senior KPK Novel Baswedan kembali jadi sasaran tembak.

Kali ini peluru ditembakkan oleh Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman. Ia kesal dengan ulah Novel yang mengirimkan email yang dianggap melecehkan.

Aris lantas mempolisikan Novel ke Polda Metro Jaya.

Perseteruan keduanya bertambah panas dengan ulah segelintir orang yang dinilai sengaja 'mengipasinya'.

Rupanya, tidak demikian yang terjadi di tingkat pimpinan.

Baik pimpinan KPK dan Tribrata 1 kompak menyebut tidak ada permasalahan yang menyelimuti keduanya.

"Kita tidak ingin ada benturan dan adu domba yang lain dari pihak-pihak lain yang seneng kalau KPK dan Polri tidak solid. Tapi kami hubungan sama pimpinan baik sekali," ujar Kapolri Jenderal Tito usai memimpin Sertijab di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/9).

Senada dengan Tito. Ketua KPK Agus Raharjo bahkan membeberkan adanya panggilan khusus antara keduanya.

"Tidak pernah ada hal-hal yang kemudian tergambar kami kompak sekali dan WA dan saya kalau di WA nyebutnya Dinda Tito dan beliau nyebutnya kangmas. Kan biasa sekali WA begitu. Jadi tidak ada itu hubungan yang tidak harmonis," tutur Agus sambil tersenyum.

Agus mengungkapkan jika hubungan KPK-Polri tidak akur. Maka, malah akan membuat para koruptor senang.

"Kalau KPK-Polri tidak baik, yang senang koruptor," tegasnya.

Kemudian, Tito yang berada di samping Agus pun tidak menampik terkait masalah yang melibatkan beberapa hal. Tetapi pihaknya bersama KPK tetap berusaha mencari solusi yang baik. "Kami berusaha mencarikan solusi," kata Tito menimpali.

Bahkan, Tito mengungkapkan institusinya mendukung langkah Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK dan menginstruksikan tiap Kapolres hingga Kapolsek turut mendukung.

Mantan Kapolda Papua itu berharap kisruh Aris dan Novel dapat diselesaikan secara elegan.

"Sepanjang akan ada solusi yang kira-kira tidak mempengaruhi kedua figur ini juga bisa selesai cara yang elegan," pungkas Tito.

Baca juga:
Diagnosa penyakit Setya Novanto: Vertigo, sinus sampai ginjal
Disdik DKI diduga lakukan korupsi pengadaan alat peraga sekolah
Untuk bantuk KPK, Komisi III prioritaskan pengajuan anggaran Densus Tipikor
Menkum HAM tegaskan pemerintah tidak akan biarkan KPK diperlemah
Kapolri sayangkan harusnya Novel dan Aris Budiman tak perlu berkonflik
Ketua KPK & Kapolri kompak sebut tak terpengaruh konflik Dirdik-Novel

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.