Rumah Teduh Menteri Basuki Bakal Tinggal Kenangan
Rumah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Komplek Pengairan, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi terancam digusur karena pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).
Rumah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Komplek Pengairan, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi terancam digusur karena pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).
Sebab, rumah Basuki berada di trase tol yang menggunakan lahan pinggiran Kalimalang. Adapun rumah Basuki berdiri sejak tahun 1990 itu tepat di depan Kalimalang yang berada di Blok A nomor 18 RT 4 RW 12.
"Pak Basuki sudah tidak tinggal di sini, tapi diminta dijaga," ujar penjaga rumah, Indra saat ditemui, Rabu (15/5).
Indra bersama dua orang lainnya mendapatkan tugas dari Kementerian PUPR untuk menjaga rumah Basuki semenjak ditunjuk jadi Menteri PUPR. Basuki sendiri sekarang menempati rumah dinas di Komplek Menteri Jakarta.
"Ada pembantu juga yang sering bersih-bersih, pembantu itu yang biasa bersih-bersih di rumah dinas kementerian," ujar Indra.
Berdasarkan pantauan merdeka.com, rumah Basuki diperkirakan berdiri di atas luas 300 meter, dengan luas bangunan lebih dari 100 meter. Di bagian belakang rumah dengan gaya klasik modern dibuat dua lantai.
Menurut Indra, rumah terdiri dari enam kamar tidur. Di halaman terdapat berbagai tanaman yang membuat rumah menjadi teduh. Ada pohon rambutan dan kenitu, dan berbagai bunga di dalam pot. Dinding didominasi warna cream, dan cat kusen warna cokelat.
Rumah Basuki menghadap langsung ke Kalimalang. Sehingga, titik ini diprediksi bakal menjadi tempat kontruksi Jalan Tol Becakayu. Kontruksi jalan tol tersebut menggunakan lahan di pinggir Kalimalang.
Kepala Bidang Infrastruktur Pengembangan Wilayah pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kota Bekasi, Erwin Gwinda mengatakan, trase lanjutan Tol Becakayu dari Bekasi Barat sampai dengan Tambun telah disetujui oleh Badan Pengatur Jalan Tol di bawah Kementerian PUPR.
Trase ini merupakan perubatan atas rencana trase sebelumnya yaitu Bekasi Barat-Durenjaya (Bekasi Timur) melalui Jalan Ahmad Yani yang sempat ditolak oleh Pemkot Bekasi karena mengganggu keindahan kota. Pemkot sempat mengajukan trase sampai Durenjaya menggunakan Jalur Kemakmuran.
Tapi, berbagai pertimbangan lain, Pemerintah Pusat akhirnya memutuskan trase lanjutan Tol Becakayu diteruskan menyisir Kalimalang sampai dengan Tambun.
Basuki mengatakan proyek Becakayu sudah lama direncanakan. "Pas rutenya itu lewat Kalimalang. Rumah saya dari saluran Kalimalang, pagarnya cuma 15 meter. Jadi kena semua," tuturnya di Gedung Bappenas, Rabu (15/5).
Saat ditanya berapa ganti rugi atas penggusuran rumah miliknya, dia mengaku belum mengetahui. "Belum tahu, baru sosialisasi mereka. Saya dapat surat dari wali kota dan wali kota juga sudah setuju jalur itu," ujarnya.
Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Endra S Atmawidjaja mengatakan, Menteri Basuki akan tetap mendapatkan ganti rugi sesuai aturan ditetapkan. Namun, dia tidak merinci berapa besarannya.
"Tetap mengikuti aturan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Publik. Harus begitu. Ini kan untuk kepentingan publik," ujarnya saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Rabu (15/5).
Baca juga:
Menaksir Harga Rumah Menteri Basuki Menjelang Digusur
Menengok Rumah Menteri PUPR di Bekasi Digusur karena Tol Becakayu
Kata Menteri Basuki Soal Ganti Rugi Rumahnya yang Tergusur Karena Tol
Tergusur Proyek Tol, Berapa Ganti Rugi Rumah Menteri Basuki Hadimuljono?
Tengah Viral, ini Cerita Lengkap Rumah Menteri Basuki yang Tergusur Karena Proyek Tol