LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Rumah Sakit Beberkan Mahalnya Penanganan Covid-19

Karenanya memang perlu berbagai dukungan, terutama dari sisi pendanaan. Dengan demikian penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit dapat berjalan dengan baik.

2021-07-30 19:03:11
Covid-19
Advertisement

Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo dr Joni Wahyuhadi mengungkapkan pentingnya penanganan Covid di hulu alias di tengah masyarakat. Lantaran jika sudah masuk ke rumah sakit, maka penanganan Covid-19 akan memakan biaya tinggi.

"Upaya pencegahan di hulu, melakukan kontak tracing isolasi sedemikian rupa sehingga tidak menjalar. Upaya di hulu di samping lebih murah bahayanya juga lebih sedikit, dan mempunyai nilai yang lebih besar dibandingkan upaya di hilir. Upaya di hilir terutama untuk rumah sakit memerlukan biaya yang sangat besar," ujar dia dalam Penyampaian Rekomendasi Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Jumat (30/7).

Dia menjelaskan bahwa Covid merupakan penyakit yang memiliki dampak sistemik. Artinya tidak hanya menyerang organ pernapasan saja. "Ternyata dari 7.000 lebih pasien yang kami rawat banyak organ yang terkena. sehingga perawatannya membutuhkan biaya yang luar biasa," ungkap dia.

Advertisement

Naiknya biaya perawatan, lanjut dia, dikarenakan peralatan maupun teknologi medis yang digunakan dalam perawatan. Penggunaan alat-alat teknologi tersebut harus diakui tidak murah.

"ECMO (extracorporeal membrane oxygenation) sangat luar biasa biaya yang dikeluarkan. ECMO tidak sesederhana yang kita bayangkan memerlukan tim yang kuat, yang ahli terampil. Karena memindahkan fungsi paru-paru ke dalam mesin keliru sedikit akan mortalitas yang terjadi," urainya.

"Soetomo mendapatkan satu ECMO. Namun kebutuhan ECMO tinggi sekali. Kami meminjam ECMO dari Kementerian Kesehatan, dari beberapa rumah sakit, bahkan dari Kalimantan pinjam untuk memberikan layanan kepada pasien yang terindikasi ECMO. Itu biayanya luar biasa besar," lanjut dia.

Advertisement

Karenanya memang perlu berbagai dukungan, terutama dari sisi pendanaan. Dengan demikian penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit dapat berjalan dengan baik.

"Kami hitung-hitung tahun 2020 kemarin cost yang dikeluarkan juga dengan pembangunan sarana yang ada, total sekitar Rp 700 miliar. Untuk tahun 2021 ini kami dapat support dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat dan harus mengeluarkan anggaran dari fungsional rumah sakit sendiri yang cukup besar. Karena pasiennya makin berat, makin banyak," tandasnya.

Baca juga:
BOR RS Covid-19 di Jabar Turun, Ridwan Kamil Usulkan PPKM Mikro
RSUD Dr Soetomo Catat Angka Kematian Tinggi di UGD
Pertamina Target RS Darurat Covid-19 Tanjung Duren Beroperasi Agustus 2021
Keterisian Tempat Tidur di RSUD Jati Padang Turun 50 Persen Selama PPKM
BOR Rumah Sakit di Depok Menurun, Positivity Rate Juga Turun

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.