Rumah mantan deputi Basarnas diduga ditembak orang tak dikenal
Saat kejadian, Tatang tidak ada di rumah. Dia sedang bertugas ke luar kota. Istri Tatang sedang duduk di teras depan rumah. Dan saat itu terdengar suara yang sangat keras. Karena takut dan kaget, istri Tatang masuk ke dalam rumah.
Tindakan teror menggunakan senjata api terjadi di rumah mantan Deputi Operasi Basarnas Mayjen (Purn) TNI Tatang Zaenudin. Peristiwa itu terjadi Selasa (30/1) pukul 14.45 WIB di Jalan Bukit Pasir, Cimanggis Depok.
Saat kejadian, Tatang tidak ada di rumah. Dia sedang bertugas ke luar kota. Istri Tatang sedang duduk di teras depan rumah. Dan saat itu terdengar suara yang sangat keras. Karena takut dan kaget, istri Tatang masuk ke dalam rumah.
Setelah dilakukan pengecekan, keluarga makin kaget karena ada bagian kaca rumahnya yang retak dan berlubang. "Diduga bekas hantaman proyektil peluru," kata Tatang di rumahnya, Minggu (4/2).
Mengetahui kejadian itu, keluarga melapor pada Ketua RT, RW dan Kepolisian. Polisi pun datang ke lokasi dan melakukan penyisiran. Pada saat kejadian tidak ada saksi mata yang melihat. Namun informasi dari pemilik warung, sebelum terjadi penembakan ada orang tak dikenal dengan ciri badan tegap dan memakai jaket. "Lelaki itu berbelanja di warung dan berjalan ke rumah," tukasnya.
Menurutnya, penembakan ini adalah bentuk teror yang dilakukan pihak lain dengan tujuan intimidasi. "Saat ini saya beserta keluarga telah mengalami tindakan teror tersebut," ucapnya.
Ditanya soal kaitan peristiwa tersebut dengan Pilkada Jabar, Tatang menjelaskan bahwa itu tidak benar. Dia juga meyakinkan bahwa keluarga besarnya meyakini tidak memiliki musuh atau persoalan dengan pihak lain. "Saya kira tidak ada alasan untuk mereka melakukan teror kepada saya karena saya sudah off dari situ. Saya melakukan kegiatan-kegiatan ya untuk bangsa dan Negara ini," pungkasnya.
Baca juga:
Polda Jabar hati-hati usut kasus anggota Brimob tembak kader Gerindra
Masih sakit, Bripka AR belum diperiksa soal penembakan kader Gerindra
Kepanikan siswa sekolah di AS saat penembakan oleh gadis 12 tahun
Tembak kader Gerindra hingga tewas, Bripka AR punya izin bawa senjata
Kadiv Propam: Penembakan bukan masalah Brimob dan Gerindra