LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Rohmad bacok ayah karena tak diberi uang buat ke Surabaya

Rohmad kabur dan diburu polisi.

2016-07-17 11:04:00
penganiayaan
Advertisement

Hanya karena tak diberi uang saku oleh sang ayah buat pergi ke Surabaya, Rohmad (18) berbuat nekat. Kuli bangunan asal Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol itu mengayunkan parang kepada ayahnya hingga terluka parah.

Insiden itu terjadi pada Sabtu (16/7) malam. Hingga kini anggota Kepolisian Resor Tulungagung, Jawa Timur, masih memburu remaja itu.

"Saat ini tim buru sergap dan Satreskrim masih menyisir beberapa lokasi yang diduga menjadi lokasi persembunyian pelaku," kata Kapolsek Sumbergempol, AKP Sukirno, di Tulungagung, Minggu (17/7).

Polisi masih menyisir kawasan hutan di pesisir selatan Tulungagung, serta rumah beberapa rekan Rohmad diduga menjadi lokasi persembunyian.

"Akan kami kejar kemana pun dia lari sambil menunggu hasil visum. Pelaku sudah sering berbuat onar, dan informasi yang kami terima, pelaku juga pemakai narkoba sejenis pil koplo," kata Babinkamtibmas Polsek Sumbergempol, Aipda Maryudi, seperti dilansir dari Antara.

Menurut Maryudi, insiden pembacokan terjadi di rumah korban, Amin (60), di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, sekitar pukul 21.00 WIB. Amin sebelumnya sempat cekcok dengan Rohmad. Menurut keterangan istri korban, Murni (55), saat insiden terjadi Rohmad menyabetkan parang ke arah kepala korban.

Hanya saja, ayunan parang ditangkis Amin. Namun, gerakan refleks itu menyebabkan tangannya luka parah sehingga harus dilarikan ke RSUD dr. Iskak, Tulungagung. Murni yang melihat insiden itu histeris sehingga memancing warga sekitar berdatangan.

"Pelaku langsung lari, sementara ayahnya tergeletak. Warga lalu melaporkan kejadian ini ke polsek dan korban dievakuasi menuju rumah sakit," ucap Maryudi.

Usai kejadian, Kepala Desa Wates, Djani, langsung memerintahkan warga dan seluruh pemuda desa mencari Rohmad. Namun mereka kehilangan jejak.

"Kami sudah berkoordinasi dengan polisi. Informasinya pelaku ini dalam kondisi mabuk karena mengkonsumsi narkoba jenis pil koplo sebelum melakukan pembacokan, karena tidak diberi uang Rp 50 ribu untuk pergi ke Surabaya," kata Djani.(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.