LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Rohaniawan: Osmane sangat luar biasa, dia paling siap

Jasadnya sudah tiba di RS St. Carolus dan rencananya akan diterbangkan ke Nigeria pada Senin malam.

2016-07-29 12:27:31
Jakarta
Advertisement

Terpidana mati kasus narkotika asal Nigeria, Gajetan Uchena Onyeworo Seck Osmane (34) alias Seck Osmane, sudah menjalani proses eksekusi mati di Nusakambangan (29/07) dini hari. Jasad Osmane sudah tiba di Jakarta di Rumah Sakit St. Carolus.

Pantauan merdeka.com, Jumat (29/7), jenazah Osmane tiba di rumah sakit sekitar pukul 10.55 WIB dan langsung disemayamkan di Ruang Bernadet.

Rina, pendamping rohani Osmane, menyampaikan dari semua terpidana mati yang beragama Kristiani, Osmane tampak yang paling siap.

"Osmane sangat luar biasa, saya sebagai pendamping, sangat bangga. Dari semuanya, dia paling siap," ungkap Rina saat ditemui di Rumah Duka, Jumat (29/07).

Meski demikian, Rina menyebut awalnya Osmane sangat menyesalkan hukum di Indonesia. Banyak ketidakadilan yang mendiang rasakan sebelum dieksekusi.

"Osmane belum selesai masalah hukum. Kenapa Osmane jadi dieksekusi sedangkan yang grasi sudah ditolak, tiba-tiba gagal dieksekusi. Dari 11 kenapa hanya 4? Tidak ada notifikasi ke kami," tutur dia.

Dalam permintaan terakhir, menurut Rina, Osmane memohon maaf kepada bangsa Indonesia dan kepada negaranya, Nigeria.

"Dia menginginkan diberikan kesempatan hidup dan hak hukum yang sama dengan terpidana mati yang lain," ujar Rina.

Di tempat yang sama, salah satu adik Osmane yang enggan disebutkan namanya, mengaku keluarga sudah ikhlas dan menerima keputusan Pemerintah Indonesia yang hendak mengeksekusi mati sang kakak.

Jenazah direncanakan akan diberangkatkan ke negara asalnya, Nigeria, Afrika Selatan Senin (1/8) malam.

Seck merupakan salah satu Warga Negara Afrika yang menjadi target eksekusi mati tahun ini. Ia diputuskan bersalah karena memiliki dan mengedarkan heroin seberat 2,4 kilogram pada tahun 2004 silam.

Baca juga:
Kejagung belum pastikan jadwal eksekusi 10 terpidana mati
Ini kata Jaksa Agung soal Habibie surati Jokowi tunda eksekusi mati
Penjelasan lengkap Jaksa Agung 10 terpidana batal dieksekusi mati
Eksekusi ditunda, Jaksa eksekutor tinggalkan Nusakambangan
Curhatan dua jam Freddy Budiman sebelum dieksekusi mati
Sejumlah tetangga berkumpul menunggu jenazah Freddy Budiman
Jaksa Agung: Pesan terakhir Freddy Budiman minta didoakan anak yatim

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.