Risma klaim kurangi 300 ribu ton sampah per hari di Surabaya
Risma klaim berhasil kurangi 300 ribu ton sampah per hari di Surabaya. "Saat ini kita punya 28 ribu lebih kader lingkungan dan 500 fasilitator penggerak, yang mendorong dan memotivasi warga, sehingga dari kampung bisa mengurangi 300 ton sampah dalam sehari," kata Risma.
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, mengklaim pihaknya telah mengurangi 300 ribu ton sampah per hari. Hal itu disampaikan Risma di acara Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Taman Surabaya, Kecamatan Bulak.
"Saat ini kita punya 28 ribu lebih kader lingkungan dan 500 fasilitator penggerak, yang mendorong dan memotivasi warga, sehingga dari kampung bisa mengurangi 300 ton sampah dalam sehari," kata Risma dalam sambutannya, Selasa (28/2).
Acara itu dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.
Tak hanya sampah di kampung-kampung, kata Risma, pihaknya juga sudah bisa mengatasi sampah yang ada di pasar-pasar. Kesuksesan Kota Surabaya mengatasi masalah sampah diapresiasi Gubernur Soekarwo. Dia juga mewacanakan pembangunan Pusat Pengelolaan Limbah Industri-Bahan Berbahaya dan Beracun (PPLI-B3) di tahun ini. Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas 57 hektar milik Perhutani di Desa Cendoro, Kecamatan Dawar Blandong, Kabupaten Mojokerto.
"Sampah tidak jadi sampah, jadi bahan produktif sampah (dengan) permasalahan kompleks. Namun Surabaya berhasil mengatasinya," puji Soekarwo.
Sementara Wapres JK mengajak masyarakat untuk menjadikan sampah sebagai 'kawan' yang bisa dimanfaatkan secara ekonomis seperti yang telah dilakukan warga Kota Surabaya. Seperti misalnya mendaur ulang limbah plastik menjadi kostum unik yang dikenakan para pelajar untuk menyambut kedatangannya.
"Walau (kostum daur ulang) sulit dipakai sehari-hari, tapi bolehlah untuk menari-nari. Itu cara menjadikan sampah sebagai 'kawan'. Kita tidak mungkin menghilangkan sampah 100 persen, tapi kita bisa mengaturnya. Sampah bisa menjadi kawan kalau bisa mengaturnya dengan baik," sambungnya.
JK juga berharap, bank-bank sampah akan terus bermunculan sebagai upaya mengatasi limbah dari sampah rumah tangga. "Ibu-ibu rumah tangga mungkin sadar, sampah rumah tangga bagian dari rumah tangga. Sehingga banyak membuat bank-bank sampah sebagai upaya menjadikan sampah sebagai kawan," tandasnya.
Baca juga:
Wali Kota Palembang semprot PKL buang sampah di dekat rumah sakit
JK ajak masyarakat jadikan sampah sebagai kawan bukan lawan
Sampah di Solo akan diolah menjadi energi listrik
Sampah di Bandung per hari capai 1.311 ton, baru 4 ton yang diolah
Terima kunjungan Dubes, Rektor UNS contek kelola sampah di AS
Kampung pemulung di Bantargebang
Akibat ulah manusia, pulau di China berubah jadi lautan sampah