Terima kunjungan Dubes, Rektor UNS contek kelola sampah di AS
Merdeka.com - Kunjungan Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph R Donovan di kampus UNS Solo, Kamis (19/1) siang juga dihadiri bupati Sukoharjo dan Karanganyar. Kedua pemimpin daerah tersebut bahkan merintis kerjasama dengan negara adidaya itu di sejumlah bidang.
Selain menjajaki kerjasama sister city dengan salah satu di Kota di New York kedua kabupaten juga berencana merintis kerjasama dalam pengelolaan sampah. Pasalnya, pengelolaan sampah di Negeri Paman Sam dinilai dapat diterapkan di kedua kabupaten.
"Amerika Serikat melalui Kedutaan besar di Indonesia sangat mendukung upaya pengelolaan sampah yang diupayakan kedua kabupaten. Kerjasama pengelolaan sampah antara UNS, Sukoharjo, Karanganyar dan Amerika ini bisa dijadikan pintu masuk pengembangan kerjasama lainnya," ujar Rektor UNS Solo Ravik Karsidi disela menerima kunjungan Dubes AS, Donovan di kampus UNS Solo, Kamis (19/1) siang.
Ravik menjelaskan, Amerika sangat peduli dengan upaya pengelolaan sampah yang kini mulai menjadi problem di berbagai daerah di Indonesia. Beragam teknologi pengelolaan sampah yang dimiliki Amerika, bisa diterapkan di Indonesia.
"UNS sendiri akan ikut andil mempelajari teknologi yang dimilik AS dan akan kita pilih salah satu yang terbaik untuk diterapkan disini. Kami punya beberapa ahli yang nanti akan bekerjasama dengan ahli dari Amerika Serikat," jelasnya.
Joseph R Donovan menambahkan, pihaknya mendapat penjelasan yang bermanfaat dari pertemuan bersama akademisi, perwakilan kabupaten, pelaku bisnis lokal. Ia berharap kunjungan ini menjadi contoh yang sempurna untuk kemitraan strategis.
"Ada pertemuan dengan komunitas lokal dan berbagi tantangan dan persoalan yang dihadapi. Kami akan membahas apa saja yang bisa ditindaklanjuti melalui langkah penting," tandasnya.
Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, pengelolaan sampah di AS sudah tertata rapi. Ia berharap kerjasama pengelolaan sampah dapat segera dimulai.
Pengelolaan sampah di AS sudah sangat baik dan di Indonesia masih acak acakan," katanya.
Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono mengemukakan, pengelolaan sampah yang akan diterapkan, rencananya menggunakan metode pemilihan menjadi kompos. Alasannya, sampah sebagian besar adalah organik. Sehingga kompos ke depan dapat dijual kembali dan dapat memberikan nilai tambah.
"Rencananya tahun ini akan dimulai. Pengelolaan sampah memang sangat penting, tapi tak kalah penting adalah bagaimana mendidik masyarakat agar membuang sampah secara tertib," ucapnya. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya