Risma ikut papah keluarga korban AirAsia yang histeris di Juanda
Risma sendiri sejak Minggu (28/12) berkantor di Juanda. Hal ini dilakukan Risma karena banyak warga Surabaya jadi korban
Tangis haru hingga histeris pecah di ruang crisis center Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur saat serpihan di perairan Pangkalanbun dipastikan bagian dari AirAsia QZ 8501. Para keluarga korban yang selama ini menunggu dalam ketidakpastian akhirnya harus berduka.
Tidak sedikit keluarga korban yang menangis dan histeris. Bahkan 3 orang keluarga pingsan tak terima dengan kondisi yang menimpa keluarga mereka, penumpang AirAsia QZ 8501.
Di tengah kegaduhan dan tangisan histeris itu, seorang wanita berkerudung hitam dengan pakaian hitam juga terlihat hilir mudik. Wanita yang tak lain adalah Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini itu terlihat mengelus-elus para keluarga korban AirAsia.
"Yang sabar ya bu," ujar Risma, Selasa (30/12).
Bahkan ketika ada seorang wanita yang terkulai lemas dan tidak sanggup berdiri, Risma juga ikut memapah wanita itu ke salah sudut ruangan. Risma dan beberapa orang lainnya menyandarkan wanita yang tampak shock itu di salah satu kursi.
Risma sendiri sejak Minggu (28/12) berkantor di Juanda. Hal ini dilakukan Risma karena sebagian besar korban AirAsia tersebut adalah warga Surabaya.
Baca juga:
JK puji kerja keras tim SAR temukan AirAsia yang hilang
Jenazah penumpang AirAsia akan diidentifikasi di Pangkalanbun
Usai cek ke Pangkalanbun, Jokowi langsung terbang ke Surabaya
Kronologi lengkap 48 jam hilangnya AirAsia QZ 8501
Cuaca buruk, Basarnas serahkan evakuasi AirAsia ke TNI AL
AirAsia ditemukan,3 orang pingsan 2 berteriak histeris di Juanda