LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ridwan Kamil Tak Masalah Masyarakat Kritisi Pemerintah Lewat Mural

Secara umum, pria yang akrab disapa Emil ini menganggap mural adalah bentuk ekspresi dan juga kesenian. Saat menjabat Wali Kota Bandung, ia memberikan ruang sebagai media gambar dan berkesenian di ruang publik.

2021-08-27 22:29:00
Ridwan Kamil
Advertisement

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil secara pribadi tak mempermasalahkan kritisi kepada pemerintah yang disampaikan melalui mural. Ia menilai, perdebatan yang terjadi saat ini karena kurangnya dialog sekaligus belum ditemukannya kesepakatan mengenai batas etika dan budaya.

Secara umum, pria yang akrab disapa Emil ini menganggap mural adalah bentuk ekspresi dan juga kesenian. Saat menjabat Wali Kota Bandung, ia memberikan ruang sebagai media gambar dan berkesenian di ruang publik.

"Saat jadi wali kota memberikan ruang, di tiang (jembatan) Pasupati, dinding Siliwangi dimural tidak masalah. Tinggal kita menyepakati secara etika budaya batas-batasnya saja. Selama memenuhi kearifan lokal, etika disepakati saya kira tidak masalah, memang terjadi perdebatan, apakah mural kritik ini boleh atau tidak boleh," kata dia, Jumat (27/8).

Advertisement

"(Mural bermuatan politik) bagi saya ini bagian dari dialog, jangan-jangan karena kita jarang dialog. Saya kira ini masalah kesepakatan budaya. Saya pribadi ga ada masalah. Saya kira arahan saya, yuk kita ngobrol, ekspresi ruang publik itu batasnya seperti apa," ia melanjutkan.

Diketahui, beberapa hari lalu, gambar yang diduga Jokowi tertutup masker menghiasi tembok flyover Pasupati, Kota Bandung. Belakangan, gambar tersebut dihapus oleh Satpol PP.

Terpisah, Kepala Bidang Penegak Hukum (PPHD) Satpol PP Kota Bandung, Idris Kuswandi menjelaskan, alasan penghapusan karena kekhawatiran menghina presiden. Selain itu, ia menilai hal tersebut masuk dalam vandalisme.

Advertisement

"Maaf itu kan gambar presiden, tetapi itu mah bukan sosialisasi, itu mah kayak penghinaan lah istilahnya begitu," ucap dia.

"Jadi kalau memang mau sosialisasi di tempat yang sesuai, di tempat milik sendiri, bentuknya jangan sampai menimbulkan hal yang bersifat tendensius. Beda kan kritik dengan hal yang berbau provokatif, penghinaan, dan sebagainya," pungkas dia.

Baca juga:
Survei Voxpopuli: Mural Menjamur, Kepuasan Terhadap Jokowi Turun
Mural 'Tuhan Aku Lapar' Muncul di Citayam
Potret Mural Kritikan yang Dihapus
Tak Memenuhi Unsur Pidana, Kasus Mural 'Jokowi 404: Not Found' Dihentikan Polisi
Mural Jokowi 404 Not Found Bukan Menghina, Tak Semua Orang Harus Suka dengan Jokowi
IPW Soal Pembuat Mural Jokowi Diburu: Mengesankan Kita Bukan Negara Demokrasi

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.