LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ridwan Kamil Sebut Uji Vaksin Covid-19 Dalam Negeri Masuk Tahap Ketiga

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin Covid-19 dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan program vaksinasi, saat ini tidak semua negara bisa membeli dosis meski memiliki kemampuan finansial yang baik.

2021-03-03 13:01:06
vaksin covid-19
Advertisement

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin Covid-19 dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan program vaksinasi, saat ini tidak semua negara bisa membeli dosis meski memiliki kemampuan finansial yang baik.

Pernyataan itu dia lontarkan menanggapi tim peneliti Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama PT Jakarta Biopharmaceutical Industry (Jbio) melakukan uji klinis tahap III vaksin Covid-19 rekombinan yang dikembangkan oleh perusahaan asal China, Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical.

Metoda penelitian uji vaksin ini diambil dari protein spike (yang berbentuk seperti paku-paku yang menancap pada permukaan) virus SARS-CoV. Efektivitasnya pembentukan antibodi dinilai bisa lebih tinggi.

Advertisement

"(Penelitian) sudah proses tes ketiga. Relawan (yang dibutuhkan) 2000-an orang sudah dimulai (dibuka pendaftaran). Sebuah vaksin anti Covid-19 datang dengan brand Anhui menggunakan metoda berbeda tapi tujuannya sama," kata Ridwan Kamil, Rabu (3/3).

"Saya senang Jabar dipilih kembali (sebagai tempat penelitian), karena kami dari tim Unpad dan masyarakat sudah teruji dalam semangat bela negara menjadi relawan. Tahun lalu, saat semua orang takut dengan vaksin, masyarakat Jabar termasuk saya mencoba menjadi relawan (uji klinis vaksin Sinovac)," ujarnya.

Ia menyatakan bahwa jumlah vaksin di Indonesia sangat terbatas. Indikatornya, ia mengajukan vaksinasi tahap II untuk lansia dan profesi rentan di Jawa Barat sebanayak 6 juta kepada pemerintah pusat. Namun, jatah yang diberikan hanya 1,2 juta secara bertahap.

Advertisement

Masalah ketersediaan ini diharapkan bisa teratasi dengan beragam produksi yang dilakukan di dalam negeri. Vaksin Anhui ini masih membutuhkan waktu penelitian 6 bulan termasuk mendapat izin dari BPOM dan fatwa MUI.

"Sehingga di akhir tahun kita berlimpah vaksin ini. mudah mudahan ini lancar. Semangat optimisme berhasil, dan menyempurnakan jumlah vaksin yang dibutuhkan," terang dia.

"Orang Indonesia harus bersyukur, karena negara yang punya uang belum tentu bisa beli vaksin, karena sudah dipesan jauh jauh hari oleh negara maju. jadi setiap ada ikhitar membuat vaksin itu harus didukung," pungkasnya.

Baca juga:
Divaksinasi Covid-19, Pria Bertato di Palembang Mengaku Takut Jarum Suntik
Mabes TNI Siapkan 10 Ribu Vaksinator Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19
Ulama MUI Terima Vaksin Covid-19
Setahun Pandemi Covid-19, Begini Kabar Terbaru Pasien 01 di Indonesia
Kemenkes Sebut Varian Corona B117 Tidak Pengaruhi Efektivitas Vaksin
Arab Saudi Wajibkan Jemaah Haji Tahun Ini Sudah Divaksin Covid-19

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.