Ridwan Kamil contek konsep Inggris buat bangun fasilitas di Bandung
Ridwan mengklaim sudah ada beberapa pemodal asing dan lokal ingin menggarap infrastruktur di Bandung.
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengatakan, pada 2016 mendatang berjanji fokus membangun infrastruktur Bandung. Dia sesumbar bakal mengusung konsep diterapkan Inggris, yakni konsep Public Private Partnership (PPP).
Menurut pria akrab disapa Emil itu, konsep itu sudah lama diterapkan di Inggris. Penekanan kerjasama antara pemerintah dengan swasta akan dilakukan di Kota Bandung.
"Ini yang dilakukan di Inggris, jadi kita copy. Kita ikutin model di Inggris yang paling maju," kata Ridwan di Bandung, Senin (30/11).
Menurut Ridwan, rencana itu sudah mendapat lampu hijau dari pemerintah dengan peraturan dikeluarkan oleh Menteri Keuangan. Hanya saja dengan syarat, kabupaten/kota yang akan menerapkan ini sudah memiliki Perda menjamin pembayaran kepada pihak swasta.
"Alhamdulillah Bandung sudah dilengkapi dengan peraturan daerah yang namanya multiyears (tahun jamak). Dia artinya menjamin pembayaran dari APBD untuk proyek-proyek pembangunan jangka panjang," ucap Ridwan.
"Sedang kita list dan dirapatkan supaya jadi prioritas. Investor mah sudah ngantri, Alhamdulillah. Spanyol ada, Singapura, Shanghai, Malaysia, lokal juga banyak," tambah Ridwan.
Ridwang mengatakan, kalau konsep PPP mulai diterapkan, akselerasi pembangunan di Bandung akan terjadi. Dengan catatan, pembayaran juga bisa diutang dengan jaminan.
"Kalau pake metode seperti Inggris (PPP), Alhamdulillah 25 tahun (pembayaran). Tapi kan tiap daerah beda-beda. Nanti akan disepakati dengan DPRD kita nyamannya di mana," tutup Ridwan.
Baca juga:
Sensasi makan di dalam kereta ala Terawalk Station
Sanggar olah seni Bandung telah mencetak banyak seniman muda
Unik pengusaha ini kembangkan beragam produk dari serat bambu
PSSI Jabar butuh fasilitas untuk atlet PON 2016
Deddy Mizwar yakin sinetron tak berkualitas akan lenyap
Kekerasan terulang lagi, Ridwan Kamil minta IPDN introspeksi