Ribuan Jemaah Tetap Lanjutkan Tabligh Akbar Meski Sudah Diminta Tunda Karena Corona
Abu Thoriq mengungkapkan, informasikan dari Camat Bontomarannu, Muhammad Sabir setelah bertemu Direktur Intel Polda Sulsel bahwa pihak Polda siap menanggung keamanan dan kesehatan. Namun, informasi terbaru jika kegiatan ini harus ditunda.
Jemaah Tabligh akan menggelar kegiatan Ijtima Dunia Zona Asia 2020 di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulsel mulai Kamis (19/3) hingga Minggu (22/3). Karena pertimbangan pencegahan penularan Covid-19, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo mengeluarkan surat agar panitia melakukan penundaan.
Namun hingga Rabu (18/3), para peserta ijtima ini sudah datang ke Kabupaten Gowa. Jumlahnya mencapai 5.000 orang lebih. Selain dari seluruh penjuru Indonesia, juga dari luar negeri.
"Malam ini tengah berkumpul di lapangan Medan Ijtima. Sudah lebih 5.000 orang dari target 25 ribu hingga 30 ribu orang," kata Abu Thoriq (50), penanggung jawab halaqoh atau sektor jamaah tabliq Mamajang, Makassar yang dikonfirmasi, Rabu (18/3).
Dia menambahkan, para peserta ijtima ini datang dari seluruh Indonesia. Antara lain dari Kalimantan Barat ada 1.500 orang, Ambon sekitar 700 orang. Malam ini, 150 orang dari Mekkah yang tadinya berkumpul di Bogor dalam perjalanan ke Gowa.
Sementara itu, jemaah dari luar negeri yang telah hadir dari Malaysia, India dan Pakistan. Kegiatan ini akan digelar di kompleks Pesantren Darul Ulum, Desa Niranuang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulsel.
Abu Thoriq mengungkapkan, informasikan dari Camat Bontomarannu, Muhammad Sabir setelah bertemu Direktur Intel Polda Sulsel bahwa pihak Polda siap menanggung keamanan dan kesehatan. Namun, informasi terbaru jika kegiatan ini harus ditunda.
"Kegiatan ini sudah dipersiapkan sejak 9-10 bulan lalu, sebelum merebak isu Corona. Dan kini mereka telah berdatangan jadi sedianya tetap berlangsung. Kalau diminta untuk dihentikan, bagaimana dengan mereka yang kepulangannya sudah terjadwal. Apakah mereka (pemerintah) siap menanggung. Bisa dibayangkan mereka akan menumpuk di bandara atau pelabuhan," jelasnya.
Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan rapat di kantor Camat Bontomarannu membahas kelanjutan kegiatan ini.
"Di kantor camat tadi ada Kapolres, Dandim tapi saya tinggalkan. Jadi saya belum tahu keputusannya," tutupnya.
Baca juga:
Cegah Covid-19, Kantor DPP PKB Disemprot Disinfektan
ODP dan Suspect Corona Dapat Dispensasi Urus SIM Masa Berlakunya Habis saat Karantina
Perluas Ruang Isolasi, RSPI Sulianti Saroso Butuh Tambahan Tenaga Medis
Geliat Bisnis Prostitusi Jerman Lesu Akibat Virus Corona
Gubernur Kaltim Pastikan Tak Ada Lockdown, Hanya Isolasi Terbatas Cegah Corona
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo mengatakan, pihaknya telah meminta ke panitia ijtima jamaah tabliq tingkat Asia untuk menggelar kegiatannya hanya sehari dari empat hari yang direncanakan Kamis hingga Minggu (19-22/3) di Kecamatan Bontomarannu, Gowa.
"Saran-saran harus dibubarkan paksa tidak mungkin kita lakukan karena sudah ada 6000 orang lebih ada di sini. Mereka tentu juga tidak terima kalau dibubarkan paksa, justru itu akan menimbulkan persoalan lain. Jadi tadi kita sudah ketemu dengan semuanya (rapat). Ada Kapolres, Dandim, Sekda, ketua MUI, Kemenag dan dewan syuro jamaah ini," katanya.
"Kita minta kegiatannya hanya sehari. InsyaAllah setelah subuh, dewan syuro akan rapat untuk bisa diputuskan pelaksanaannya satu hari saja. Setelah itu membubarkan diri," tutup Adnan.