LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

RI, Malaysia & Singapura kumpul di Yogya bahas keamanan Selat Malaka

RI, Malaysia & Singapura kumpul di Yogya bahas keamanan Selat Malaka. Tak hanya perairan Sulu, keamanan di sepanjang Selat Malaka juga menjadi titik perhatian tiga negara. Sejumlah perompak disinyalir beroperasi di kawasan yang berbatasan dengan Indonesia, Malaysia dan Singapura itu.

2016-09-26 12:21:06
Perompakan
Advertisement

Tak hanya perairan Sulu, keamanan di sepanjang Selat Malaka juga menjadi titik perhatian tiga negara. Sejumlah perompak disinyalir beroperasi di kawasan yang berbatasan dengan Indonesia, Malaysia dan Singapura itu.

Untuk mengatasinya, Indonesia, Malaysia dan Singapura menggelar pertemuan di Yogyakarta. Salah satu tujuannya adalah memperkuat koordinasi guna mengatasi beragam permasalahan yang terjadi di Selat Malaka dan Selat Singapura sebagai jalur perdagangan global.

"Ketiga negara sangat serius karena banyaknya kapal," kata Chief Executive of Maritime Port Authority (MPA) Singapore Andrew Tan dalam konferensi pers di Yogyakarta, Senin (26/9), demikian dilansir Antara.

Andrew Tan melanjutkan, pemerintah Singapura telah melakukan berbagai upaya untuk memberikan pengamanan terhadap sejumlah kapal yang melintas di Selat Malaka. Selain masalah perompakan, pengamanan juga dilakukan untuk mencegah kebocoran minyak bumi.

Sejauh ini, pemerintah Singapura telah membuat statistik terkait sejumlah insiden di Selat Malaka. Dengan begitu, kapal-kapal yang melintasi jalur ini bisa menghindari daerah-daerah rawan, dan Selat Malaka tetap menjadi gerbang akses keluar masuk arus perdagangan juga akan menguntungkan negara-negara di sekitarnya.

Untuk diketahui, Indonesia menjadi tuan rumah dalam menggelar 'Tripartite Technical Experts Group' (TTEG) ke-41 dan 'Cooperation Forum' (CF) ke-9 yang merupakan konferensi terkait keselamatan alur pelayaran maritim di jalur Selat Malaka dan Singapura.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengungkapkan, kerja sama beberapa negara itu juga dinilai selaras dengan realisasi Presiden Joko Widodo yang memiliki visi Poros Maritim Dunia guna memperkuat identitas kebangsaan sebagai negara maritim.

"Selat Malaka salah satu jalur pelayaran strategis dan vital untuk menghubungkan alur pelayaran dengan berbagai negara di dunia," ujarnya.

Sedangkan para peserta yang diundang selain tiga negara anggota TTEG adalah terdapat sekitar 10 negara, termasuk perwakilan dari Australia, China, Denmark, India, Jepang dan Jerman.

Diperkirakan dalam setahun terdapat sekitar 70 ribu kapal yang berlayar di selat yang terkenal sempit tersebut. Karena jumlah itu hanya berdasarkan kapal yang terdeteksi "AIS" (Automatic Identification System), maka jumlahnya bisa lebih besar dari itu.

Baca juga:
EN, dalang perompak Kapal MT Joaquim diduga punya beking kuat
Kapal Malaysia yang hilang ternyata tidak dibajak, tapi rusak mesin
KBRI: Belum ada tanda kapal kargo Malaysia dibajak di Natuna
Kapal Malaysia hilang, diduga aksi perompak berbasis di Indonesia
Kejanggalan perompakan MT Joaquim

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.