KBRI: Belum ada tanda kapal kargo Malaysia dibajak di Natuna
Merdeka.com - Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Hermono, mengatakan kapal kargo berbendera Malaysia yang hilang diperairan sekitar Pulau Natuna diduga rusak. Pihaknya belum mendapat konfirmasi jika kapal itu dibajak.
"Kapal itu dinyatakan hilang, tapi belum ada konfirmasi kalau dibajak karena belum ada klaim dari pihak manapun," ujar Wadubes Harmono ketika dihubungi merdeka.com melalui pesan singkat, Kamis (10/9).
Menurut Hermono, kapal itu merupakan kapal milik perusahaan Malaysia, dan masih dalam proses pencarian.
"Kapal itu milik Malaysia, hanya kaptennya kebetulan orang Indonesia," terang Hermono. Inisial nama kapten itu adalah HI.
Dia juga mengaku, lantaran kapal itu milik perusahaan Malaysia, pihaknya terbatas dalam mencari tahu data awak kapal MV Sah Lian ini. Sementara itu, peran KBRI Kuala Lumpur sendiri lebih pada membantu pencarian kapal karena bisa saja kapal masih berada di sekitar Natuna.
"Peran kita lebih pada membantu mencari kapal tersebut, karena bisa saja masuk perairan Indonesia. Kita juga sudah kontak otoritas Thailand dan Filipina untuk bantu pencarian," katanya.
Kapal MV Sah Lian merupakan kapal kargo yang mengangkut produk-produk baja, pipa, dan makanan. Diketahui kapal ini berpenumpang 14 orang dengan kapten seorang WNI.
Menurut Kepala Penjaga Pantai Sarawak, Laksamana Pertama Ismaili Bujang Pit, kapal tersebut hilang kontak sejak Kamis pekan lalu.
"Kami percaya kapal ini dibajak, dan kami percaya kejadiannya di perairan Indonesia, dekat Pulau Natuna," ujar Ismaili.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya