Reza Rahadian Debut Sutradara Film 'Pangku', Terlibat Penuh dan Boyong 4 Penghargaan BIFF 2025!
Reza Rahadian terlibat penuh dalam film 'Pangku' sebagai sutradara, berkolaborasi dengan tim ahli, dan berhasil meraih 4 penghargaan BIFF 2025. Bagaimana proses kreatifnya?
Aktor kawakan Reza Rahadian telah menorehkan jejak baru dalam kariernya dengan melakukan debut penyutradaraan film panjang berjudul "Pangku". Ia memastikan keterlibatan penuhnya dalam setiap aspek pengarahan film ini, bekerja sama dengan sejumlah pihak kompeten di industri perfilman nasional.
Film "Pangku" bukan hanya menjadi ajang pembuktian Reza Rahadian di balik layar, tetapi juga telah mencuri perhatian internasional. Karya ini berhasil meraih empat penghargaan bergengsi di Busan International Film Festival (BIFF) 2025, mengukuhkan kualitas produksinya.
Setelah sukses di kancah internasional, film "Pangku" siap menyapa penonton di Indonesia. Film yang disutradarai oleh Reza Rahadian ini dijadwalkan akan mulai tayang di bioskop seluruh Indonesia pada tanggal 6 November mendatang.
Visi Visual Realistis dan Kolaborasi Sinematik
Dalam mewujudkan visi penyutradaraan film "Pangku", Reza Rahadian menggandeng sinematografer Teoh Gay Hian. Kolaborasi ini menghasilkan pendekatan visual utama yang mengusung gaya realis, dengan fokus pada pengambilan gambar di ruang sempit.
Penggunaan ruang sempit ini bertujuan untuk secara efektif menunjukkan kehidupan karakter utama, Sartika (Claresta Taufan), yang penuh dengan batasan. Reza Rahadian mengungkapkan kedekatannya dengan Teoh Gay Hian, bahkan diizinkan menggunakan viewfinder sang sinematografer.
"Kalau bahasanya pak Teoh, 'kamu orang pertama yang saya izinin buat mainkan viewfinder saya'. Karena kan belum punya viewfinder, jadi suka iseng pinjam buat cari-cari titik dan lain-lain," kata Reza saat acara gala perdana film "Pangku" di Jakarta.
Bersama Desainer Produksi Eros Eflin, tim produksi sengaja menciptakan simbol "benteng" di sekitar Sartika. Benteng ini muncul dalam bentuk struktur fisik, seperti tembok laut raksasa (giant sea wall) hingga pipa besi di Warung Kopi Pangku, yang merepresentasikan keterbatasan hidup perempuan.
Sentuhan Musikal dan Tim Produksi Berbakat
Selain aspek visual, Reza Rahadian juga memberikan arahan khusus pada penataan musik film "Pangku". Ia meminta Penata Musik Ricky Lionardi untuk menambahkan suara "offbeat" menggunakan alat musik lonceng bambu, "Koshi", miliknya pribadi ke dalam komposisi trek suara pengiring gambar (backsound).
Film "Pangku" juga didukung oleh para kru yang telah langganan meraih Piala Citra, menunjukkan komitmen terhadap kualitas produksi. Mereka termasuk Retno Ratih Damayanti sebagai Penata Busana, aktris Handradjasa sebagai Penata Rias, dan Akhmad Fesdi Anggoro atau Mamad sebagai Penyunting Gambar.
Karya Akhmad Fesdi Anggoro sendiri baru-baru ini berhasil masuk nominasi Piala Citra FFI 2025. Kehadiran para profesional berpengalaman ini semakin memperkuat kualitas sinematik dari film "Pangku" yang disutradarai Reza Rahadian.
Sinergi Penulisan Skenario dan Pembentukan Emosi
Dalam proses penulisan skenario film "Pangku", Reza Rahadian berkolaborasi dengan Felix Nesi. Kolaborasi ini memastikan alur cerita yang kuat dan dialog yang relevan untuk mendukung visi penyutradaraan.
Ketika menghadapi kebuntuan dalam membangun emosi di suatu adegan, Reza Rahadian tak ragu berdiskusi dengan guru akting lamanya, Jose Rizal Manua. Jose Rizal Manua juga turut terlibat dalam film sebagai aktor pemeran karakter Jaya.
Aktor yang memiliki pengalaman panjang di dunia teater itu dinilai Reza Rahadian mahir dalam membuat adegan menjadi hidup meskipun sunyi dan tanpa dialog. Pendekatan ini menunjukkan kedalaman karakter dan emosi yang ingin disampaikan dalam film "Pangku".
Dengan dukungan tim yang solid dan visi yang jelas, film "Pangku" berhasil memenangkan empat penghargaan di Busan International Film Festival (BIFF) 2025. Film ini siap tayang di Indonesia mulai 6 November, menawarkan pengalaman sinematik yang mendalam kepada para penonton.
Sumber: AntaraNews