Reuni Emosional Nil Maizar: Sumsel United Bidik Poin Penuh di Kandang PSMS Medan Liga 2
Sumsel United bidik poin penuh di markas PSMS Medan dalam laga Liga 2 yang sarat emosi, terutama bagi Nil Maizar. Mampukah mereka mencuri kemenangan?
Sumsel United menargetkan poin penuh saat bertandang ke markas PSMS Medan pada laga lanjutan Liga 2 Pegadaian Championship musim 2025-2026. Pertandingan krusial ini akan digelar di Stadion Utama Sumatera Utara pada Minggu (28/9).
Pelatih Sumsel United, Nil Maizar, menyatakan timnya datang dengan tekad penuh untuk meraih hasil maksimal. Meskipun demikian, ia mengakui PSMS adalah lawan tangguh dengan sejarah besar di kancah sepak bola nasional.
Laga ini diprediksi akan menyajikan tensi tinggi dan sarat emosi, terutama bagi Nil Maizar yang musim lalu sempat menukangi PSMS Medan. Pertemuan ini juga menjadi ajang pembuktian bagi beberapa mantan pemain Ayam Kinantan yang kini membela Sumsel United.
Laga Penuh Emosi bagi Nil Maizar dan Mantan Pemain
Pertandingan antara PSMS Medan dan Sumsel United bukan sekadar laga biasa bagi Nil Maizar. “Pertandingan besok bukan laga biasa, karena saya pernah melatih PSMS. Tapi sekarang saya datang sebagai pelatih Sumsel United, dan misi saya jelas, berusaha memaksimalkan peluang, memberikan yang terbaik,” ujar Nil Maizar di Deli Serdang.
Selain Nil Maizar, gelandang senior Kurniawan Karman juga memiliki kenangan manis bersama PSMS, setelah sempat memperkuat Ayam Kinantan pada musim 2024/2025. Ia menegaskan kesiapan timnya untuk bertempur, meski ada ikatan emosional.
Faktor kedekatan dengan publik Medan menjadi motivasi tersendiri bagi Sumsel United. Tim ini diperkuat enam pemain yang pernah berseragam PSMS, termasuk kapten Rachmad Hidayat, Kurniawan Karman, hingga Jacinto Cabral atau Juninho. Kehadiran mereka diharapkan menambah daya juang tim tamu.
Performa Kontras Kedua Tim di Liga 2
Dari sisi performa, Sumsel United datang dengan modal sempurna setelah meraih dua kemenangan beruntun. Kemenangan tersebut diraih baik di laga tandang maupun kandang, menunjukkan konsistensi tim asuhan Nil Maizar.
Sementara itu, PSMS Medan justru belum menemukan ritme terbaiknya di awal musim ini. Mereka menelan kekalahan di kandang pada pekan pertama dan hanya bermain imbang saat tandang pekan lalu menghadapi PSPS Riau.
Kondisi ini membuat laga nanti menjadi ujian mental yang berat bagi "Ayam Kinantan" di hadapan pendukung sendiri. Tekanan untuk meraih kemenangan perdana di kandang akan sangat besar bagi tim asuhan Kas Haryadi.
Strategi dan Ambisi di Lapangan Hijau
Nil Maizar menyadari kekuatan lawan yang akan dihadapi. “Kita tahu PSMS bukan tim biasa-biasa. Mereka punya pemain lokal yang berkualitas, juga pemain asing yang menyatu dengan baik," kata Nil. Namun, ia percaya dengan dukungan dan kerja keras, Sumsel United bisa bersaing dan memberikan tontonan menarik.
Kurniawan Karman menambahkan, "Bagi saya pribadi, kembali ke Medan selalu istimewa. Senang bisa datang ke Medan, tapi kali ini datang bukan sebagai kawan, tetapi sebagai lawan. Mudah-mudahan bisa mencuri poin di sini dan semoga bisa tiga poin.” Pernyataan ini menunjukkan ambisi kuat Sumsel United.
Di sisi lain, PSMS Medan yang kini dilatih Kas Haryadi tentu tak ingin kehilangan muka di kandang sendiri. Dengan hasil minor di dua laga awal, kemenangan menjadi harga mati bagi Ayam Kinantan untuk kembali menghidupkan asa bersaing di papan atas. "Kami sudah siapkan strategi khusus untuk menghadapi Sumsel United dan anak anak juga sudah siap mental," kata Kashartadi, menunjukkan kesiapan timnya.
Sumber: AntaraNews