Rektor UP: Lulusan Harus Amalkan Nilai Pancasila, Kampus Berusia 59 Tahun Raih Akreditasi Unggul
Rektor Universitas Pancasila (UP) menegaskan pentingnya lulusan mengamalkan Nilai Pancasila dan gotong royong, seiring perayaan Dies Natalis ke-59 UP yang kini berakreditasi unggul.
Rektor Universitas Pancasila (UP), Adnan Hamid, menyerukan kepada seluruh lulusannya untuk tidak hanya memiliki keunggulan dan keterampilan, tetapi juga mengedepankan serta mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Pesan penting ini disampaikan di sela perayaan Dies Natalis UP ke-59 yang berlangsung di Kampus UP Jakarta pada hari Sabtu (02/11).
Imbauan tersebut merupakan bagian dari komitmen pimpinan Universitas untuk memastikan bahwa setiap alumni UP dapat memberikan kontribusi nyata dan berdampak positif bagi masyarakat luas. Hal ini sejalan dengan visi dan misi kampus yang berfokus pada pembentukan karakter Pancasilais.
Adnan Hamid menegaskan bahwa pimpinan Universitas Pancasila berkewajiban sepenuh hati untuk terus merawat Pancasila sesuai dengan visi dan misi yang telah dirumuskan. Tujuannya adalah agar lulusan tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Pentingnya Pengamalan Nilai Pancasila bagi Lulusan
Dalam pidatonya, Rektor Adnan Hamid menekankan bahwa lulusan Universitas Pancasila diharapkan mampu memberikan kontribusi yang nyata dan berdampak positif bagi masyarakat. Hal ini mencakup pengembangan kepedulian sosial dan semangat gotong royong, yang merupakan inti dari nilai-nilai luhur Pancasila.
Nilai-nilai yang diwariskan oleh para pendiri bangsa ini menjadi landasan moral bagi setiap alumni dalam menghadapi tantangan zaman. Pengamalan Nilai Pancasila diharapkan membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab sosial.
Komitmen ini sejalan dengan tema Dies Natalis UP ke-59, yaitu 'Merawat Pancasila Sepenuh Hati dan Berdampak'. Tema ini menggarisbawahi pentingnya menjaga dan mengimplementasikan Pancasila dalam setiap aspek kehidupan, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas.
Peran Universitas Pancasila dalam Merawat Pancasila
Universitas Pancasila secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam merawat dan menginternalisasikan Nilai Pancasila melalui berbagai program pendidikan dan kegiatan kemahasiswaan. Pimpinan Universitas memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan Pancasila tetap menjadi pedoman utama.
Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP) juga berperan aktif dalam mendukung visi dan misi kampus. Ketua Pengawas YPPUP, Agum Gumelar, dan Ketua Pembina YPPUP, Siswono Yudo Husodo, turut hadir dalam perayaan Dies Natalis ini, menunjukkan dukungan penuh terhadap arah universitas.
Dalam mencapai visi dan misinya, Universitas Pancasila menggaungkan motto "Sinergi, Inovasi, dan Prestasi". Motto ini mendorong seluruh civitas akademika untuk berkolaborasi, menciptakan terobosan baru, dan meraih pencapaian yang membanggakan, semuanya dalam koridor nilai-nilai Pancasila.
Capaian dan Semangat Perjuangan Universitas Pancasila
Siswono Yudo Husodo menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian Universitas Pancasila di usia ke-59 tahun. Meskipun mengakui adanya kekurangan, UP telah berkembang pesat dan saat ini menjadi salah satu dari 64 perguruan tinggi dengan akreditasi unggul dari total 3.500 perguruan tinggi di Indonesia.
Banyak program studi di UP juga terus meningkatkan kualitasnya hingga mencapai kriteria unggul, menunjukkan dedikasi kampus terhadap mutu pendidikan. Pencapaian ini merupakan bukti kerja keras dan komitmen seluruh elemen Universitas Pancasila.
Lebih lanjut, Siswono mengingatkan bahwa HUT UP yang jatuh pada 28 Oktober bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Momentum ini menjadi pengingat untuk melanjutkan api semangat perjuangan para pendiri bangsa.
Ia menjelaskan, "Kita ketahui bahwa 28 Oktober 1928 Sumpah Pemuda adalah proklamasi lahirnya bangsa Indonesia karena sebelumnya penjajahan Belanda itu tidak ada nomenklatur Indonesia." Sumpah Pemuda juga menegaskan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan tanah air Indonesia sebagai satu kesatuan. Selain itu, terdapat proklamasi penting lainnya seperti Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957 yang menyatakan seluruh lautan di antara pulau-pulau sebagai wilayah kedaulatan Republik Indonesia.
Sumber: AntaraNews