Rayakan harlah ke-95 dengan pagelaran wayang, ini penjelasan PBNU
Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (NU) merayakan ulang tahunnya ke-95 dengan menggelar wayang kulit semalam suntuk. Ketua PBNU, Said Aqil Siradj, membeberkan alasan organisasinya memilih perayaan dengan pagelaran wayang. Salah satunya, karena menurut dia, wayang merupakan bentuk dakwah.
Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (NU) merayakan ulang tahunnya ke-95 dengan menggelar wayang kulit semalam suntuk. Ketua PBNU, Said Aqil Siradj, membeberkan alasan organisasinya memilih perayaan dengan pagelaran wayang. Salah satunya, karena menurut dia, wayang merupakan bentuk dakwah.
"Malam ini kita adakan wayangan untuk memperingati harlah NU yang ke-95 sesuai tahun hijriah. Wayang merupakan dakwah. Kita punya nilai-nilai yang telah dijalankan wali songo," ucap Said, di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (7/4).
Harlah ke 95 Nahdlatul Ulama ©liputan6.com/Yunizafira Putri
Selain alat dakwah, apa yang dilakukan NU diungkapkan Said, sebagai cara untuk merawat budaya, karakter, dan kepribadian negara. "Namanya merawat NKRI, bukan geografi aja. Budaya menjadi kokoh, agama menjadi kuat. Itukan yg disebut islam nusantara," ungkapnya.
Said pun heran jika masih ada sejumlah kalangan yang tidak setuju terhadap NU karena merayakan ulang tahun lewat pertunjukan wayang. Padahal, kata Said, pagelaran itu dapat memperkuat budaya tanpa melunturkan sisi agama.
"Yang bertanya ngapain NU wayangan segala? Itu gagal paham itu tidak cerdas Alquran selalu menggunakan perumpamaan," katanya.
Selain para nahdliyin dan pengurus NU, sejumlah tokoh juga terlihat menghadiri harlah ke-95 NU ini, seperti menteri Susi Pudjiastusi dan Akbar Tandjung. Pagelaran wayang sendiri akan berlangsung hingga pagi hari dan terbuka untuk umum.
Reporter: Yunizafira Putri
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Datangi PBNU, PSI sampaikan KH Said Aqil masuk daftar cawapres diusulkan ke Jokowi
PSI bersilaturahmi ke kantor PBNU
Dubes AS kunjungi PBNU bahas isu Palestina
Pertemuan NU dan Muhammadiyah dinilai redam potensi konflik
Silaturahmi kebangsaan Muhammadiyah dan PBNU
PBNU & PP Muhammadiyah buat 5 pernyataan bersama terkait tahun politik