LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Rayakan Hari Musik Dunia, MRT Jakarta Hadirkan Lagu Spontan dari Curhatan Pelintas

MRT Jakarta semarakkan Hari Musik Dunia dengan acara unik 'We Sing Your Story'. Musisi Earhouse ciptakan lagu spontan dari curhatan pelintas, menghadirkan pengalaman tak terlupakan di Stasiun Bundaran HI.

Minggu, 21 Jun 2026 15:01:04
jakarta
MRT Jakarta semarakkan Hari Musik Dunia dengan acara unik 'We Sing Your Story'. Musisi Earhouse ciptakan lagu spontan dari curhatan pelintas, menghadirkan pengalaman tak terlupakan di Stasiun Bundaran HI. (AntaraNews)
Advertisement

Badan Usaha Milik Daerah Provinsi DKI Jakarta PT MRT Jakarta (Perseroda) turut memeriahkan perayaan Hari Musik Dunia yang bertajuk "Fête de la Musique 2026". Acara istimewa ini diselenggarakan di Stasiun MRT Bundaran HI pada Minggu (21/6), menarik perhatian banyak pelintas.

Dalam rangka membangun kedekatan dengan audiens, para musisi yang tampil menghadirkan berbagai aktivasi menarik. Salah satu program unggulan adalah "We Sing Your Story", yang memungkinkan musisi menggubah lagu secara spontan.

Duo Adam Maulana dan Don Tatmojo dari komunitas Earhouse, yang merupakan kolaborator Manajemen Talenta Nasional (MTN) Musik, menjadi motor utama dalam menciptakan lagu-lagu unik ini. Mereka mengubah curhatan para pelintas di Stasiun MRT Jakarta menjadi sebuah karya musik yang langsung dibawakan.

Inovasi Musisi Earhouse di Stasiun MRT Bundaran HI

Program "We Sing Your Story" menjadi etalase publik yang menarik bagi komunitas Earhouse Song Writing Club. Musisi Endah Widiastuti, personel duo Endah N Rhesa, menjelaskan bahwa komunitas ini rutin mengadakan pertemuan gratis setiap Senin malam di Pamulang, Tangerang Selatan, untuk belajar menulis lagu.

Advertisement

Endah menambahkan bahwa mereka diundang oleh Institut Français d'Indonésie (IFI) sebagai kolaborator MTN Musik untuk memeriahkan Hari Musik Dunia. Melalui program ini, Adam Maulana dan Don Tatmojo memfasilitasi kebutuhan ekspresi warga Jakarta.

Dengan menggunakan cerita para pelintas sebagai inspirasi, musisi tersebut langsung menyanyikan lagu yang baru saja diciptakan di panggung. Sejak pukul 10.00 WIB, mereka telah berhasil menciptakan lima hingga tujuh lagu yang unik dan personal.

Advertisement

Salah satu momen paling menyentuh adalah ketika Kasmir, seorang mahasiswa yang sedang mengurus pekerjaan, berbagi kegelisahan akademisnya terkait Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Kisah ini segera direspons oleh musisi dengan komposisi lagu yang dibawakan langsung di tempat, memberikan semangat baru bagi Kasmir.

Tantangan dan Semangat Berkarya Musisi Independen

Kehadiran musisi independen yang solid turut mewarnai perayaan ini, mulai dari Earhop Collective yang beranggotakan Adam dan Don, solois pria Halfrotten, hingga solois wanita Tarasinta. Endah Widiastuti menekankan pentingnya keberanian untuk memulai karya di tengah ekosistem musik yang penuh tantangan.

"Yang penting jangan takut salah dulu ketika belajar," ujar Endah, memberikan motivasi kepada para calon musisi. Pesan ini relevan bagi siapa pun yang ingin berkarya di bidang seni musik.

Adam Maulana, gitaris dari Earhop Collective, mengakui bahwa menciptakan lagu secara spontan membutuhkan konsentrasi tinggi. Ia menjelaskan bahwa otak dan mulut harus tersambung dengan cepat untuk menghasilkan lirik yang berkualitas di ruang publik.

Prioritas utama Adam adalah menjaga kualitas lirik dan menggunakan kata-kata yang baik, aman, serta nyaman bagi pelintas yang lalu-lalang di stasiun. Adam sendiri telah meluncurkan album mini berjudul "Benar-Benar Sexy" dengan genre Bosanova di platform musik digital.

Dampak Positif dan Harapan Komunitas

Kasmir, warga Duren Sawit Jakarta Timur, sangat mengapresiasi sesi pembuatan lagu spontan tersebut. Lagu yang dibawakan dari cerita pribadinya menjadi penyemangat tersendiri baginya.

Ia berharap acara serupa dapat lebih sering terlaksana agar Jakarta menjadi kota yang lebih ramah, nyaman, dan aman bagi warganya. Interaksi unik ini berhasil menarik perhatian banyak pelintas yang berhenti sejenak untuk mengabadikan dedikasi para musisi.

Don Tatmojo menambahkan bahwa sesi ini berjalan tanpa jeda, menunjukkan dedikasi tinggi para musisi. "Anggap dari jam 10.30 itu satu lagu 5 menit, kita hampir enggak putus-putus," kata Don, menggambarkan intensitas penampilan mereka.

Kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menghidupkan suasana di ruang publik Stasiun MRT Jakarta Bundaran HI. Ini membuktikan bahwa musik memiliki kekuatan untuk menghubungkan orang dan menciptakan pengalaman berharga.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Rayakan HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Beri Akses Gratis Masuk Tempat Wisata Jakarta dan Transportasi Publik
  • BPS Sasar Pelaku Ekonomi Digital dalam Sensus Ekonomi 2026, Ini Detailnya
  • Diversifikasi Ekonomi Kutim Hasilkan Fermentasi Kakao Bermutu Tinggi, Siap Tembus Pasar Nasional
  • Wali Kota Magelang Dukung Samapta Swim Competition V, Targetkan Lahirnya Atlet Renang Berprestasi
  • Menteri Kebudayaan Dorong Reaktualisasi Ekonomi Kerakyatan Bung Hatta
  • earhouse
  • fete de la musique
  • hari musik dunia
  • jakarta
  • komunitas musik
  • konten ai
  • lagu spontan
  • merdekaantara
  • mrt jakarta
  • musisi independen
  • stasiun bundaran hi
  • we sing your story
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.