LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Rawan longsor, Walhi Aceh ingatkan warga tidak buru giok di Geurutee

Bila perburuan ini terus dilakukan tanpa peraturan dikhawatirkan dapat meningkatkan kerusakan struktur tanah.

2015-02-18 10:38:38
Batu Akik
Advertisement

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh khawatir dengan maraknya perburuan batu mulia di kawasan Gunung Geurutee, Kecamatan Jaya, Lamno, Kabupaten Aceh Jaya. Bila perburuan ini terus dilakukan tanpa peraturan dikhawatirkan dapat meningkatkan kerusakan struktur tanah.

Direktur Walhi Aceh, Muhammad Nur menegaskan, bila kontur tanah labil risiko besar yang dihadapi nantinya adalah rawan terhadap bencana longsor. Hal ini berdasarkan kajian ilmiah yang dilakukan oleh pihaknya, bahkan pelemahan struktur tanah sudah terjadi sebelum batu mulia diburu, hal ini ditandai seringnya kejadian longsor bila curah hujan dengan intensitas tinggi.

"Kawasan Geurutee itu sangat rawan dengan longsor. Dampak longsor yang terjadi beberapa waktu lalu di lintasan kawasan itu saja belum lagi selesai diperbaiki, ditambah dengan akibat kegiatan ini (pencarian batu) daya dukung tanahnya akan makin melemah," kata Muhammad Nur, Rabu (18/2).

Menurutnya, Geurutee merupakan kawasan Karst (batu kapur) yang harus dijaga. Karena kawasan itu merupakan kawasan strategis yang menghubungkan antar Kabupaten lintas Barat-Selatan di Aceh. bila terputus, akan berdampak buruk tersendatnya suplai logistik ke beberapa kabupaten di Barat-Selatan.

Sebulan terakhir ini warga Lamno, Aceh Jaya dihebohkan dengan penemuan batu giok jenis baru di kawasan gunung Geurutee. Batu giok yang ditemukan itu berwarna biru, kemudian warga menyebutnya dengan 'Batu Mata Biru'.

Tak pelak, warga pun berbondong-bondong melakukan penggalian batu secara tak beraturan untuk berburu batu mulia yang belum teruji secara klinis itu.

"Kami meminta pemerintah harus responsif dengan situasi seperti ini sebelum bencana terus terjadi. Tentunya harus dilakukan dengan cara persuasif dengan masyarakat jangan sampai timbul konflik batu," tegasnya.

Walhi Aceh mencatat, saat ini ada 18 ribu orang di Aceh yang membongkar tanah mencari batu mulia terutama jenis giok di kawasan lintas barat dan tengah Aceh untuk dijadikan perhiasan. Bahkan sekitar 30 ribu orang tercatat ikut berpartisipasi memperluas kerusakan lingkungan dengan kegiatan pencarian emas secara ilegal.

Baca juga:
Pemerintah cuek petani alih profesi jadi penambang batu akik
Booming batu akik dan cerita sunah Rasulullah
Cerita Usman temukan batu giok 20 ton di tengah hutan Aceh
Distamben minta pengolahan giok 20 ton di Aceh
Batu giok 20 ton ditemukan di Nagan Raya ditaksir bernilai Rp 30 M
Rela berburu batu akik aspal demi gaya

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.