LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ratusan pengungsi di Medan demo minta diberangkatkan ke negara ketiga

Pengungsi yang berunjuk rasa selama ini memang ditampung di lokasi itu. Di sana terdapat sekitar 500 pencari suaka dari berbagai negara, seperti Afghanistan, Pakistan, Somalia, Sudan, Iran, Eritria, dan Afrika Selatan. Mereka mengaku telah meninggalkan negaranya sejak bertahun-tahun lalu.

2018-03-22 18:33:49
pengungsi
Advertisement

Ratusan pengungsi dari berbagai negara berunjuk rasa di lokasi penampungan, Wisma YPAP, Jalan Bunga Cempaka, Medan Selayang, Medan, Kamis (22/3). Mereka menuntut untuk segera diberangkatkan ke negara ketiga.

Pengungsi yang berunjuk rasa selama ini memang ditampung di lokasi itu. Di sana terdapat sekitar 500 pencari suaka dari berbagai negara, seperti Afghanistan, Pakistan, Somalia, Sudan, Iran, Eritria, dan Afrika Selatan. Mereka mengaku telah meninggalkan negaranya sejak bertahun-tahun lalu.

Bukan hanya pengungsi dewasa, sejumlah anak-anak juga ikut serta dalam unjuk rasa itu. Mereka turut membawa foto-foto dampak konflik di negara asalnya.

Advertisement

Dalam aksinya, para pengungsi melakukan orasi bergantian. Mereka menyampaikan penderitaannya selama di pengungsian

Para pengungsi ini juga membawa poster berisi tuntutan yang ditujukan kepada International Organization for Migration (IOM) dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR). Mereka mengaku kecewa dan menuding kedua lembaga dunia ini kerap lepas tangan terhadap nasib pengungsi. "Kalau sakit, kami harus bayar sendiri ke rumah sakit. Jika penyakitnya tidak darurat, mereka tidak memfasilitasi kita," kata Khaleed Muhammad, pengungsi asal Sudan.

Lama berada di penampungan, para pengungsi ini mengaku jenuh. Gerak mereka terbatas dan tak dapat bekerja untuk menafkahi keluarga.

Advertisement

Untuk kehidupan sehari-hari, para pengungsi ini hanya mengandalkan dana atau bantuan dari UNHCR melalui IOM. Di sisi lain kebutuhan hidup mereka terus bertambah, salah satunya untuk menyekolahkan anak-anaknya.

Tekanan yang semakin berat kerap membuat para pengungsi depresi. Seorang pengungsi asal Afganistan bahkan bunuh diri karena karena tak kunjung diberangkatkan ke negara ketiga. “Kabar dari UNHCR membuat dia kecewa. Bulan lalu dia bunuh diri," kata Juma Mohsini, pengungsi Afghanistan.

Sementara Kasi Ketertiban dan Keamanan Rumah Detensi Imigrasi Medan, Andi Brian, mengatakan sejumlah pengungsi sudah diberangkatkan ke negara ketiga. Namun dia tidak dapat memastikan jadwal keberangkatan pengungsi lainnya. "Mereka ingin kepastian berapa lama lagi tinggal di Indonesia. Kepastian itu hanya ada di UNHCR," jelas Andi.

Baca juga:
Menengok rumah kayu unik dan minimalis untuk pengungsi di Paris
Ada pergeseran tanah, lokasi permukiman terdampak gempa tak layak huni
Tangis haru warnai momen penyelamatan migran di Laut Libya
Rossa kejutkan pengungsi di Bangli, serahkan bantuan uang Rp 400 juta
Sapa pengungsi Gunung Agung, JK ingin pastikan stok beras aman & anak tak trauma
Pengungsi korban kebakaran di Bogor mengeluh gatal-gatal dan pusing
Menyoroti penderitaan pengungsi lewat karya seni

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.