Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ada pergeseran tanah, lokasi permukiman terdampak gempa tak layak huni

Ada pergeseran tanah, lokasi permukiman terdampak gempa tak layak huni Ilustrasi gempa. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa bencana gempa bumi di Lebak, Banten, yang menyebabkan ratusan rumah warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor rusak berat dan ringan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Ade Ruhendi menyatakan, pemerintah daerah akan secepatnya melakukan relokasi terhadap warga yang terdampak gempa tersebut.

Ade menyebut, lokasi terparah dampak dari gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter itu terdapat di Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

"Lebih dari 100 rumah warga di Kampung Citalahab yang rusak. Lima sampai enam rumah rusak berat dan sudah tidak bisa ditempati lagi. Jumlah itu masih terus didata oleh pemerintah desa setempat, TNI, dan Polri," ucap Ade, saat ditemui di tenda pengungsian, Kamis (25/1).

Ade menambahkan, dari hasil pertemuannya dengan warga pengungsi, mereka minta secepatnya dibuatkan dapur umum. Selain itu, para pengungsi juga membutuhkan bantuan logistik untuk cadangan makanan.

Termasuk, sambung Ade, soal keinginan warga yang membutuhkan tempat tinggal setelah rumah-rumah mereka ikut rusak saat peristiwa gempa itu terjadi.

"Pastinya, mereka butuh tempat tinggal. Kami akan secepatnya relokasi. Kemungkinan besar sudah tidak layak untuk menjadi tempat tinggal, karena ada pergeseran tanah yang ini perlu secepatnya ditangani oleh pemerintah daerah," sebut politisi Partai Golkar itu.

Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 6,1 Skala Richter terjadi di Samudera Hindia dengan kedalaman 64 km, berjarak 43 km barat daya, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa (23/1).

Guncangan gempa terasa kuat selama 5 hingga 10 detik di wilayah Jawa Barat, termasuk Bogor, Depok, dan Jakarta.

Dari pendataan sementara Kepolisian Resor Bogor, wilayah yang paling parah terkena dampak gempa berada di Kecamatan Nanggung. Di sana, sebanyak 204 bangunan mengalami rusak.

Kasubag Humas Polres Bogor Ajun Ke Ita Puspita Lena mengatakan, selain rumah, terdapat pula sebuah masjid dan musholla yang ikut terdampak.

"Dilaporkan 201 rumah rusak, 1 mesjid dan 2 mushola. Untuk lokasi sekitar 4 jam perjalanan, dan tidak ada sinyal," katanya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP