Ratusan pendaki dievakuasi dari puncak Merapi
Berdasarkan data pendaftaran registrasi pendakian Merapi via Selo, ada 160 pendaki yang berada di puncak gunung teraktif tersebut.
Ratusan pendaki Gunung Merapi melalui Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah masih berada di puncak, saat letusan featik terjadi, Jumat (15/5) pagi. Mereka sebagian besar berada di pos Pasar Bubrah, yang hanya berjarak sekitar 2 kilometer dari puncak Merapi.
Berdasarkan data pendaftaran registrasi pendakian Merapi via Selo, ada 160 pendaki yang berada di puncak gunung teraktif tersebut.
Pembina SAR Barameru Merapi, Samsuri mengatakan, saat ini pihaknya sudah memberangkatkan tim untuk mengevakuasi para pendaki.
"Saat ini tim kami sampai di pos 1. Kira-kira 2 jam lagi sampai ke Pasar Bubrah. Ada 4 tim yang berangkat, 1 tim berisi 4 sampai 6 orang," terangnya.
Sementara itu, Tim Reaksi Cepat BPBD Boyolali juga membantu proses evakuasi ke puncak. Tim juga mengecek sejumlah desa si sekitar Selo untuk memastikan kondisi pasca letusan.
"Tim kami telah bergerak mendaki ke Pasar Bubrah, setelah mengecek tiga desa radius di bawah 5 km di Selo Boyolali yakni desa Klakah, Jrakah dan Tlogolele," ujar Kepala BPBD Boyolali, Bambang Sinung.
Bambang mengaku belum mendapatkan info terbaru keberadaan para pendaki. Ia menjelaskan, saat ini tim tersebut bertugas memonitor dan membantu proses evakuasi apabila diperlukan.
" Kami sudah berkoordinasi dengan Camat Selo terkait keadaan para warga. Untuk kondisi Merapi saat ini normal," pungkas dia.
Baca juga:
Jamin aktivitas penerbangan aman, Menhub Budi pantau kondisi Gunung Merapi
Moledoko yakin BNPB dan BPBD cepat tangani dampak erupsi Gunung Merapi
Bandara Adi Soemarmo tak terdampak letusan featik Merapi
Gunung Merapi meletus, Bandara Adisutjipto ditutup
Merapi bergejolak, warga sekitar diminta tenang