LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ratusan bus kota & angkot di Semarang mogok tuntut subsidi BBM

Erwin meminta kepada pemerintah pusat untuk mencairkan subsidi bagi angkutan umum pasca-kenaikan harga BBM.

2014-11-19 10:49:21
angkot mogok
Advertisement

Puluhan angkot jurusan Kabupaten Kendal-Semarang berhenti beroperasi pada hari ini, Rabu (19/11). Aksi mogok massal ini untuk mendesak pemerintah memberikan subsidi pasca-kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sejak kemarin.

Seperti diketahui, pemerintahan Jokowi-JK telah menaikkan harga premium menjadi Rp 8.500 dan solar menjadi Rp 7.500 per liter.

Ketua Serikat Buruh Transportasi Jateng Erwin Pasulley, menegaskan, sesuai kesepakatan rekan-rekan pengusaha angkutan umum di Kendal, maka hari ini semua bus kota dan angkot dari arah Kendal tidak beroperasi sehari penuh. "Kami stop beroperasi terhitung sejak pagi tadi hingga sore nanti," tegas Erwin, kepada merdeka.com, di Semarang Jawa Tengah.

Erwin menjelaskan, aksi mogok massal ini dilakukan semua sopir angkot dan bus kota dari arah Kendal menuju Mangkang dan Krapyak Kota Semarang. Menurutnya, saat ini ada 60 angkot jurusan Kendal-Mangkang tidak beroperasi. Sementara, aksi serupa juga dilakukan 150 bus kota jurusan Kendal-Semarang serta 148 bus dari arah Curug Sewu.

"Makanya, semua penumpang bus menuju Mangkang kini diangkut memakai bus milik Pemda setempat. Karena angkot-angkot kita suruh balik semua ke Kendal" urainya.

Kendati demikian, aksi mogok massal ini belum diberlakukan menyeluruh ke Semarang. Sebab, para pengusaha angkutan darat di Ibu Kota Jateng belum sepakat dengan aksi tersebut.

Erwin mendesak, kepada pemerintah pusat untuk mencairkan subsidi bagi angkutan umum pasca-kenaikan harga BBM. Apabila tuntutan ini tidak digubris, mereka mengancam akan menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah pada 24 November 2014.

"Kami menuntut janji Kementerian ESDM yang akan mencairkan subsidi bagi angkutan umum direalisasikan, mengingat konsumsi solar bagi bus kota kini mencapai 40 liter sehari. Kalau diberi subsidi 20 liter kan lumayan," ucap Erwin.

Di lain pihak, Ketua DPD Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) Jawa Tengah, Karsidi Anggoro Budi menyebut aksi mogok massal ini merupakan instruksi langsung dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Organda. Anggoro menyerahkan penuh aksi mogok massal kepada setiap pengusaha angkutan darat di tiap daerah khususnya Semarang.

"Itu keputusan Mukernas Organda, Senin (17/11) kemarin. Tapi mekanismenya diserahkan ke daerah masing-masing," tandas Anggoro.

Baca juga:
Dishub Jatim siap beri sanksi Bus AKDP yang mogok beroperasi
Dampak mogok akibat BBM naik, Terminal Bus Purwokerto sepi
Tolak mogok, sopir angkot di Kp Rambutan pilih naikkan tarif
Ratusan angkot di Papua mogok massal, penumpang terlantar
BBM naik, sopir angkot di Pasar Senen galau soal tarif
BBM naik, angkot di Kabupaten Bandung mogok operasi
Gara-gara isu angkutan mogok, sopir kehilangan penumpang

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.