Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BBM naik, sopir angkot di Pasar Senen galau soal tarif

BBM naik, sopir angkot di Pasar Senen galau soal tarif angkot demo mogok operasi. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Jasa angkutan umum merupakan salah satu yang langsung terkena dampak dari kenaikan harga BBM. Juntak (35) seorang koordinator dari para sopir Mikrolet di kawasan Terminal Pasar Senen, Jakarta Pusat, turut mengeluhkan hal tersebut.

Menurutnya, para sopir angkot saat ini sedang galau karena harga BBM sudah naik sementara tarif angkutan belum juga dinaikan.

"Jelas terasa sekali perubahannya, terutama masalah tarif. Kalau sebelumnya sehari itu kita bisa keluarkan Rp 100 ribu buat bensin, terus yang Rp 50 ribu buat makan, sekarang mana cukup. Belum lagi ongkos penumpangnya nggak boleh naik," kata Juntak saat ditemui bersama kawan-kawannya sesama supir Mikrolet di Terminal Senen, Jakarta, Rabu (19/11).

Ketika ditanya soal rencana mogok sopir angkutan umum yang rencananya dilakukan hari ini, pria berlogat Batak ini mengatakan dirinya bersama para sopir mikrolet lainnya tidak bisa berbuat apapun, jika tidak ada arahan dari pihak Organda DKI.

"Ya kita nggak tahu lah, mengikuti bagaimana semestinya saja. Kalau dari Organda belum ada info atau surat apapun untuk mogok, ya kita nggak bisa berbuat apa-apa juga. Ini saja dari mereka belum ada kabar. Katanya tunggu Pak Ahok dilantik apa bagaimana saya nggak ngerti," kata Juntak.

Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Patriajat (49) sopir Mikrolet lainnya yang ditemui merdeka.com di depan stasiun kereta api Pasar Senen. Dia bahkan menyayangkan sikap arogan dari petugas Dinas Perhubungan DKI, yang pagi tadi melakukan razia kepada para sopir Mikrolet dan bus di sekitar terminal Pasar Senen.

"Kalau BBM naik tapi tarif nggak naik, kita mesti gimana dong Pak? Bahkan tadi sekitar jam 08.00 WIB pagi aja kita diperiksain di sini sama Dinas Perhubungan DKI, katanya mau razia tarif. Setiap penumpang yang turun angkutan ditanyain kena tarif berapa," kata Patriajat.

Mengenai kenaikan tarif, Patriajat mengaku tidak memusingkan mengenai jumlahnya, asalkan setara dengan kenaikan harga BBM dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 per liternya.

"Ya kita mah nggak mau muluk-muluk, kalau naiknya BBM itu Rp 2.000 per liter, samain aja naiknya sama tarif angkutan. Biar kita juga nggak makin susah aja lah pokoknya," ujar Patriajat menambahkan.

Pantauan merdeka.com, aktivitas sejumlah angkutan umum di sekitar stasiun kereta api dan terminal Pasar Senen pada Rabu (19/11) siang, masih berjalan normal. Tidak ada tanda-tanda para awak sopir angkutan tersebut akan melakukan mogok akibat kenaikan harga BBM.

Namun, diakui oleh warga sekitar terminal, jumlah angkutan Mikrolet yang beroperasi hari ini berkurang dibanding hari biasanya. Sebab, sejumlah sopir memutuskan untuk tidak menarik angkutan mikroletnya, menunggu kepastian mengenai tarif angkutan umum dari pihak Organda dan pemerintah.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP