LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Rapid Test Reaktif Covid-19, Pasien Gangguan Jiwa di Samarinda Meninggal

Kondisi pasien mengalami perburukan, hingga akhirnya meninggal dunia, sekira pukul 02.00 WITA. Siang ini, jenazahnya dimakamkan di pemakaman khusus kasus Covid-19, di Serayu, Tanah Merah, Samarinda.

2020-07-15 23:03:00
Covid-19
Advertisement

WP (49), pasien laki-laki di RS Atma Husada Mahakam, yang ditujukan khusus perawatan pasien gangguan kejiwaan, meninggal dini hari tadi. Dari hasil uji cepat, pasien ini reaktif Covid-19. Jenazahnya dimakamkan secara protokol Covid-19.

Keterangan diperoleh merdeka.com, pasien WP masuk perawatan RS Atma Husada Mahakam, Selasa (14/7) kemarin. Namun demikian, yang bersangkutan belakangan bergejala Covid-19 seperti sesak napas.

Tim medis Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Samarinda, lantas melakukan uji Rapid Diagnostic Test (RDT). Hasilnya pun reaktif. Begitu juga uji cepat menggunakan alat Immunofluorescence assay (IFA), yang hasilnya diklaim 90 persen mendekati hasil swab Polymerase Chain Reaction (PCR), hasilnya juga positif.

Advertisement

Kondisi pasien mengalami perburukan, hingga akhirnya meninggal dunia, sekira pukul 02.00 WITA. Siang ini, jenazahnya dimakamkan di pemakaman khusus kasus Covid-19, di Serayu, Tanah Merah, Samarinda.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan kota Samarinda dr Osa Rafshodia tidak membantah meninggalnya pasien itu, di RS Atma Husada Mahakam. Menurut Osa, status pasien bukan pasien positif Covid-19 dari hasil PCR.

"Status pasien probable Covid-19," kata Osa, dikonfirmasi Rabu (15/7).

Advertisement

Istilah probable Covid-19 sendiri, adalah kondisi pasien bergejala Covid-19, namun belum bisa dipastikan apakah memang telah terpapar Covid-19.

Meski demikian, Osa menegaskan, pemakaman pasien dilakukan secara protokol Covid-19 sesuai aturan yang berlaku. "(Pemakaman) Protokol Covid karena hasil IFA positif, dan gejala klinis mendukung," ungkap Osa.

Dikonfirmasi merdeka.com, apakah dugaan tertularnya pasien RS Atma Husada Mahakam dinyatakan sebagai transmisi lokal? Pelaksana Tugas (Plt) Kadinkes Kota Samarinda dr Ismed Kusasih, tidak ingin terburu-buru menyatakan kasus itu sebagai transmisi lokal.

"Masih di-tracing ya," singkat Ismed.

Baca juga:
Terpapar Covid-19, Wagub Kaltim Dalam Kondisi Sehat dan Tidak Bergejala Berat
11 Pegawai RSUP H Adam Malik Positif Covid-19
Korban Meninggal Covid-19 di Depok Dapat Santunan Rp15 Juta, Ini Syaratnya
Penjelasan Pemerintah Soal Istilah Pengganti ODP dan PDP Covid-19
Aksi Manusia Covid Ingatkan Jaga Jarak di Halte Transjakarta
Tekan Penularan Virus Corona, Kota Surabaya Mulai Berlakukan Jam Malam

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.