LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Rantai dilepas, pemuda stress karena sabu-sabu dikirim ke RS jiwa

Arfan memang berkeinginan agar putranya memperoleh perhatian dan dapat dibawa ke rumah sakit untuk berobat.

2016-04-16 18:27:56
Kasus Narkoba
Advertisement

Polresta Medan turun tangan membantu Suddin Ramadona Lubis (22), warga miskin yang dirantai karena stress akibat mengonsumsi sabu-sabu. Mereka membawa pemuda itu ke rumah sakit jiwa.

Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, langsung ke gubuk yang ditinggali Suddin bersama ayahnya Arfan Lubis (54) di tanah kosong di sudut Jalan Gabus dan Jalan Gurami Medan, Sabtu (16/3). Sejumlah pejabat Polresta Medan lain ikut bersamanya.

Setelah melihat keadaan Suddin dan sepakat dengan Arfan, mereka melapas rantai yang melilit kaki kiri pemuda bertato di punggung itu. Berbekal seadanya, dia kemudian dibawa ke RS Jiwa Provinsi Sumut untuk mendapatkan penanganan lebih baik.

"Yang paling penting kita bawa dulu ke rumah sakit jiwa. Setelah itu kita koordinasikan dengan pak wali kota," kata Mardiaz.

Kunjungan Mardiaz dan sejumlah pejabat Polresta lainnya ini membuat harapan Arfan terwujud. Dia memang berkeinginan agar putranya memperoleh perhatian dan dapat dibawa ke rumah sakit untuk berobat.

Selama ini Arfan tak mampu mewujudkan harapan itu karena keadaannya tidak memungkinkan. Hasil pencarian sebagai penarik becak dayung bahkan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Syukurlah Pak Kapolresta mau membawa anak saya ke RS Jiwa," ucap Arfan.

Seperti diberitakan, Arfan terpaksa merantai kaki Suddin sejak tiga bulan terakhir. Alasannya, putranya itu kerap mengamuk dan mengganggu warga.

Arfan mengatakan, jiwa Suddin mulai terganggu sejak akhir 2015. Dimulai dari ilusi dan tidak bisa berdiri, pemuda yang bekerja sebagai pedagang ikan dan penyemir sepatu itu mulai meracau dan mengganggu orang lain.

Suddin sempat dibawa berobat ke RSUD Pirngadi Medan. Berdasarkan keterangan dokter, dia mengalami gangguan jiwa karena mengonsumsi sabu-sabu. Setelah ditelusuri Arfan, pergaulan anaknya memang dekat dengan narkotika itu.

Baca juga:
Kosan digerebek, seks toy ditemukan & 7 penghuni positif narkoba
Usia produktif di Depok banyak terkena narkoba
Operasi narkoba, polisi gerebek kos-kosan perempuan pekerja malam
Kapolda Sulut minta media tak menekan soal kasus legislator narkoba
Dibayar Rp 1 juta sekali kirim sabu, Yudi banting setir jadi kurir
Tragis, sedang hamil tiga bulan ibu ini malah pesta sabu
Terlibat narkoba, 6 prajurit Kodam Sriwijaya dipecat

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.