LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

PWNU Jatim larang nahdliyin gunakan simbol organisasi di Pilgub

Di Pilgub Jawa Timur 2018 nanti, ada dua kader terbaik NU yang bertarung, yaitu Khofifah Indar Parawansa dan Gus Ipul. Keduanya maju sebagai bakal calon gubernur, Kiai Mutawakkil mengingatkan agar jangan sampai terjadi perpecahan yang mengakibatkan tali persaudaraan menjadi luntur.

2018-01-20 13:51:30
Pilgub Jatim
Advertisement

Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) kembali menegaskan netral di Pilgub Jawa Timur 2018. Apabila ada Nahdliyin yang melanggar, organisasi Islam terbesar di Indonesia ini akan memberikan teguran keras.

Dijelaskan Ketua PWNU Jawa Timur, KH Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah, sesuai Aturan Dasar Aturan Rumah Tangga (AD/ART) NU yang diputuskan Muktamar ke-33 di Jombang 2015 lalu, secara jamiyah, NU dilarang berpolitik.

"NU secara organisasi tidak boleh berpolitik. Namun jika pilihan politik personal, PWNU Jatim memberikan kebebasan," tegas Kiai Mutawakkil, Sabtu (20/1).

Advertisement

Untuk itu, Kiai Mutawakkil mengimbau agar warga NU tidak gampang mencatut logo organisasi, termasuk logo badan otonom (Banom) NU demi kepentingan politik personal. Khususnya saat kampanye. "Untuk Nahdliyin dan Nahdliyat, khususnya pengurus, dilarang menggunakan lambang-lambang NU," tegasnya lagi.

Masih tegas Kiai Mutawakkil "Silakan aspirasi politiknya. Tetapi jangan menggunakan simbol-simbol organisasi. Baik itu NU maupun lambang badan otonom. Itu, sangat-sangat dilarang AD/ART organisasi."

Apabila masih ada yang melanggar, khususnya pengurus NU di berbagai level, PWNU Jawa Timur akan memberikan teguran keras. "Jika keterusan (memakai lambang NU), tentunya PWNU Jatim tidak akan tinggal diam. Kami akan berikan teguran keras," tandas pengasuh Ponpes Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo.

Advertisement

Mengingat, di Pilgub Jawa Timur 2018 nanti, ada dua kader terbaik NU yang bertarung, yaitu Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Keduanya maju sebagai bakal calon gubernur, Kiai Mutawakkil mengingatkan agar jangan sampai terjadi perpecahan yang mengakibatkan tali persaudaraan menjadi luntur.

"Yang penting, semua warga NU Jawa Timur meski berbeda aspirasi politik jangan sampai memecah persaudaraan, tetap menjaga ukhuwah Nahdliyiah, ukhuwah Wathaniyah," tuturnya.

"Hindari ujaran kebencian, jangan sampai saling menjelekkan apalagi saling memfitnah satu sama lain. Bersainglah secara sehat dan sampaikan program aksi nyata andalannya untuk kemajuan dan kesejahteraan Jawa Timur," pungkasnya.

Baca juga:
Dewan Pers ingatkan media independen saat Pilkada dan Pilpres
Membuat tahun politik jadi adem, tak ada isu SARA dan politik uang
Dua bakal calon Bupati Karanganyar janji bersaing sehat
Jelang Pilkada Serentak, masyarakat diingatkan bahaya info hoax
Pangdam Diponegoro sebut seluruh daerah di Jateng rawan gesekan saat Pilgub

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.