Putri Dengar Beberapa Kali Tembakan Saat Yosua Dieksekusi, Tutup Telinga Karena Takut
Putri mengaku saat itu ada di kamar sedang beristirahat karena tidak enak badan.
Putri Candrawathi mengaku mendengar suara letusan saat beristirahat di kamar di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan. Pada tanggal 8 Juli lalu, di rumah itu terjadi penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Pengakuan itu disampaikan saat menjadi saksi untuk terdakwa Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal Wibowo serta Kuat Ma'ruf.
"Kapan mendengar suara tembakan?," tanya hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (12/12).
"Saya waktu itu sedang istirahat sedang tiduran di tempat tidur. Terus saya mendengar seperti suara-suara gitu ribut-ribut terus tiba-tiba terdengar letusan," jawab Putri.
"Berapa kali saudara mendengar?" tanya hakim kembali.
"Beberapa kali," jawab kembali Putri.
Saat mendengar suara tembakan hari itu, Putri mengaku ketakutan. Saking takutnya, dia sampai menutup telinganya.
"Cuma itu saja yang saudara lakukan?," tanya hakim.
"Iya Yang Mulia," jawab Putri.
Putri beralasan tidak melakukan hal lain karena sedang sakit.
"Karena saya sedang tidak enak badan, jadi saya hanya meringkuk di tempat tidur sambil menutup kedua telinga saya," tutupnya.
Baca juga:
Putri Marah ke Sambo Diseret Dalam Skenario Pembunuhan Yosua: Kenapa Saya Diikutkan
Ini Penyakit Putri Candrawathi sampai Bikin Lemas Tidur di Sofa Rumah Magelang
Momen Putri Candrawathi Dicecar Hakim Terkait Kematian Brigadir J
Dalih Putri Candrawathi Buka Rekening atas Nama Brigadir Yosua dan Bripka Ricky Rizal
Putri Candrawathi Cerita Momen di Balik Viral Foto Yosua Menyetrika dan Dipuji Rajin