LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Puluhan Santri di Garut Terpapar Covid-19

Sebanyak 73 orang santri yang terpapar, menurut Asep, diketahui kebanyakan adalah santri putra. Saat ini seluruh santri yang dinyatakan positif tengah menjalani isolasi di isoter Rusunawa dan Islamic Center.

2021-08-25 14:12:55
Covid-19
Advertisement

Puluhan santri Darul Arqam yang berada di Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat terpapar COvid-19. Saat ini, puluhan santri tersebut menjalani isolasi diisolasi terpusat (isoter). Sebagian di antaranya sudah dinyatakan sembuh.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surachman, menyebut bahwa jumlah santri yang terpapar Covid-19 di pesantren itu diketahui 73 orang.

"Seluruhnya santri. Ada kemungkinan bertambah," sebutnya, Rabu (25/8).

Advertisement

Sebanyak 73 orang santri yang terpapar, menurut Asep, diketahui kebanyakan adalah santri putra. Saat ini seluruh santri yang dinyatakan positif tengah menjalani isolasi di isoter Rusunawa dan Islamic Center.

"Awalnya memang isolasi mandiri di pesantren, tapi pa Kapolres minta seluruhnya dimasukan ke isoter untung mengurangi risiko karena di pesantren banyak orang," katanya.

Ia menjelaskan, 73 orang santri yang dinyatakan positif, rata-rata disertai gejala ringan, bahkan ada juga yang tidak dengan gejala. Sebagian santri yang sempat menjalani isolasi, diketahui ada yang sudah dipulangkan dan dinyatakan sembuh.

Advertisement

Asep mengungkapkan bahwa terpaparnya puluhan santri bisa terjadi karena beberapa kemungkinan.

"Kan yang namanya pesantren kan multi daerah. Banyak kemungkinan. Atau karena karyawannya sendiri kan keluar masuk, guru-gurunya keluar masuk, kantinnya belanja subuh ke pasar, jadi berbagai kemungkinan," ungkapnya.

Diketahuinya puluhan santri terpapar, disebut Asep, berawal saat para santri kembali ke pesantren. Saat itu, para santri diketahui saat Kembali ke pesantren seluruhnya membawa hasil tes usap antigen negative. Pihaknya tidak percaya begitu saja dan sempat melakukan skrining.

"Dokter yang meriksa (dari pihak pesantren) menyatakan tidak ada yang positif. Diketahui ada yang positif setelah 2 hari hampir (seluruh santri ) masuk semua. Awalnya yang masuk 400 orang, setelah 2 hari masuk semua di cek ada keluhan hilang penciuman langsung diantigen ternyata positif. Otomatis dikejar siapa kontak eratnya dengan yang positif, ketahuan banyak (73 orang)," sebutnya.

Di awal, pihaknya sempat melakukan pengetesan terhadap 100 orang. Setelah diketahui ada yang positif, pihaknya kemudian melakukan pengetesan kepada sekitar 500 orang hingga akhirnya ditemukan 73 orang yang positif.

"Kemungkinan bisa saja bertambah, karena saat diantigen bisa saja tidak terdeteksi. Makanya dilakukan karantina," ucapnya.

Saat ini, dikatakan Asep, Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kabupaten hingga kecamatan, desa, dan sekolah, melakukan pemantauan selama proses karantina pesantren. Ia memastikan bahwa saat ini di lingkungan pesantren tidak ada satupun orang yang positif Covid-19.

Sebagai Langkah agar jumlah yang terpapar tidak semakin meluas, Langkah pemisahan yang positif dan negatif Covid-19 sudah dilakukan. Namun mereka yang kontak erat namun dalam kondisi sehat terus dipantau selama 14 hari. Kalau ditemukan ada lagi yang terpapar maka akan langsung dibawa ke isoter dan jika negatif maka akan dilanjutkan karantina.

"Yang kedua di prokesnya jelas-jelas harus dikontrol. Kelas dibagi-bagi jangan sekaligus 40 orang, jadi 50 persen. Terus pengajian atau ibadah pun sama, sholat berjamaah dibagi-bagi termin," tutup Asep.

Baca juga:
Beredar Flyer Vaksinasi Berbayar, Ini Penjelasan SpeedLab
Tito: Jangan Sampai Data Covid-19 Tak Sinkron, Ini Bahaya
Vaksin Covid-19 Johnson and Johnson Masuk Indonesia Bulan Depan
Menkes: Penerima Vaksin Gotong Royong Baru 1,5 Juta dari 15 Juta Target
Seorang Dokter di Bulukumba Meninggal Diduga Usai Divaksinasi Tahap Tiga
Korea Selatan Laporkan 2.599 Penerima Vaksin Penuh Terinfeksi Covid-19
PPKM Level 3, Kasus Pasien Positif Covid-19 di Tangsel Justru Naik

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.