Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Beredar Flyer Vaksinasi Berbayar, Ini Penjelasan SpeedLab

Beredar Flyer Vaksinasi Berbayar, Ini Penjelasan SpeedLab flyer vaksinasi berbayar dari speedlab. ©2021 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Beredar flyer digital milik SpeedLab tentang vaksinasi Covid-19 dengan tarif tertentu. Hal ini membuat heboh, karena biaya vaksinasi Covid-19 seluruhnya ditanggung oleh pemerintah.

Namun, Direktur Operasional Speedlab, Husniaty Rusdi mengklarifikasi hal tersebut. Dia mengatakan, flyer yang beredar di masyarakat dibuat saat aturan vaksinasi Mandiri. Diketahui, aturan tersebut sudah dibatalkan pemerintah.

"Flyer tersebut dibuat pada saat aturan tentang Vaksinasi mandiri berbayar akan diterapkan oleh Pemerintah. Namun pada saat pemerintah membatalkan Vaksinasi mandiri berbayar, kami juga telah membatalkan layanan tersebut," kata Husniaty dalam suratnya kepada pimpinan Bio Farma dan Kimia Farma, dikutip merdeka.com, Rabu (25/8).

Dia menegaskan, Speedlab Indonesia tidak pernah merilis resmi flyer tersebut di media sosial ataupun di media-media lainnya. SpeedLab Indonesia akan mengikuti aturan Pemrintah yang berlaku untuk Program Vaksinasi Covid- 19 baik itu yang sifatnya program dari pemerintah maupun gotong royong.

"Tentang Flyer Vaksinasi digital dari SpeedLab Indonesia yang sempat beredar, kami memohon maaf atas hal tersebut," jelas dia.

Laporkan Jika Ada Vaksin Berbayar

Pemerintah menegaskan bahwa program vaksinasi untuk masyarakat Indonesia diberikan secara gratis dan tidak dipungut biaya. Masyarakat diminta untuk segera melaporkan jika masyarakat diminta untuk mengeluarkan uang dalam program vaksinasi.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menegaskan bahwa Gerakan Vaksinasi yang dilakukan sejak 13 Januari 2021, masyarakat sama sekali tidak dipungut biaya.

Menkominfo menekankan, jika ada oknum yang meminta bayaran, masyarakat bisa segera melaporkan ke nomor telepon 021-1500567 atau melalui email pengaduan.itjen@kemkes.go.id.

Menkominfo memastikan, pemerintah bersama aparat penegak hukum akan menindak tegas tanpa pandang bulu jika ada oknum yang meminta bayaran. Johnny mengajak semua pihak mengawasi pelaksanaan vaksinasi.

"Masyarakat juga diharapkan untuk tidak pilih-pilih vaksin karena semua vaksin sudah terbukti aman dan mampu mengurangi risiko sakit berat," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Selasa (24/8).

Menkominfo Johnny menyampaikan hingga saat ini, setidaknya sudah 90 juta lebih dosis vaksin yang disuntikkan di seluruh Indonesia. Hal ini membuat Indonesia menjadi negara dengan jumlah penyuntikan vaksinasi terbanyak ke-9 di dunia. Selain itu, program vaksinasi di Indonesia sudah menjangkau lebih dari 27 persen sasaran vaksinasi. Ini menjadikan Indonesia menduduki peringkat ke-6 di dunia.

"Pemerintah akan terus mendorong percepatan vaksinasi hingga mencapai 100 juta dosis vaksin yang disuntikan pada akhir bulan ini," tegas Menkominfo.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP