LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Pulang dari Luar Negeri, 8 Warga Samarinda Masuk Pemantauan Covid-19

Masih dijelaskan Osa, sampai Kamis (12/3) kemarin, ada 15 orang warga Samarinda yang sempat masuk kategori pemantauan. Namun demikian, dari pemeriksaan laboratorium, 15 orang itu hari ini dinyatakan negatif terinfeksi Covid-19.

2020-03-13 13:25:54
Virus Corona
Advertisement

Dinas Kesehatan kota Samarinda, menyatakan 8 warga Samarinda masuk pemantauan Virus Corona (Covid-19), usai bepergian dari luar negeri. Namun demikian, kedelapan orang itu, tidak punya riwayat kontak dengan orang terinfeksi Covid-19.

Dinas Kesehatan Kota Samarinda melansir, ada 30 laporan masuk melalui Call Center 112, dokter praktik, Puskesmas, hingga rumah sakit, dalam kurun waktu 1 Februari-13 Maret 2020.

"Per hari ini, 13 Maret 2020, jumlah orang dalam pemantauan sebanyak 8 orang. Mereka ini baru pulang, tidak ada punya riwayat kontak. Punya gejala, dan baru pulang dari luar negeri dalam 14 hari terakhir," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Samarinda dr Osa Rafshodia, dalam penjelasan resmi di kantornya, Jalan Milono, Jumat (13/3).

Advertisement

Osa merinci, dari 8 orang itu, 3 di antaranya laki-laki, dan 5 orang perempuan. Dari wilayah tinggal, 7 orang tinggal di kecamatan Samarinda Utara, dan 1 orang tinggal di kecamatan Samarinda Kota.

"Dikategorikan dari usianya, 8 orang yang berada dalam pemantauan ini usia kurang dari 15 tahun ada 4 orang, usia 15-45 tahun ada 3 orang, dan di atas 45 tahun ada 1 orang," ujar Osa.

"Sampai dengan saat ini, tidak ada pasien dalam status pengawasan. Karena, semua hasil negatif, tidak ada pasien yang sampai diisolasi di rumah sakit," tegas Osa.

Advertisement

Diungkapkan Osa, sesuai edaran Kemenkes, kategori pasien dalam pengawasan adalah memiliki gejala mirip batuk dan pilek, dan hasil rontgen menggambarkan pneumonia. "Kalau itu, masuk kategori pengawasan dan mesti diisolasi. Kalau pemantauan, cukup di rumah saja," tegas Osa.

Masih dijelaskan Osa, sampai Kamis (12/3) kemarin, ada 15 orang warga Samarinda yang sempat masuk kategori pemantauan. Namun demikian, dari pemeriksaan laboratorium, 15 orang itu hari ini dinyatakan negatif terinfeksi Covid-19.

"Untuk yang 8 orang dalam pemantauan itu, kesemuanya WNi, dan dipantau mulai Kamis (12/3) sore kemarin, maksimal 14 hari ke depan berdasarkan edaran Kemenkes. Tapi, bisa lebih cepat dari itu," demikian Osa.

Baca juga:
Komisi I: Pemerintah Harus Bekerja Masif, Semasif Penyebaran Corona
Menkes Sebut RI Tak Perlu Lockdown, Pencegahan Corona Sudah Dilakukan
Antisipasi Penyebaran Corona, Masjid Disemprot Cairan Disinfektan
Pemerintah Tanggung Pajak Perusahaan di 19 Sektor Terdampak Corona, Ini Daftarnya
Waspada Corona, Anies Sarankan Warga Akan Salat Berjemaah Bawa Sajadah Sendiri
Menkeu: Pemerintah Tanggung Pajak Karyawan Manufaktur Selama 6 Bulan ke Depan

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.