Psikolog: Risma marah wajar tapi jangan berlebihan
"Bu Risma boleh marah. Itu wajar, karena dia melihat ada orang tidak mengerjakan hal sesuai keinginannya," kata Nalini.
Psikolog dari Universitas Airlangga (Unair) Nalini Muhdi mengatakan, Wali Kota Tri Rismaharini yang marah besar saat mengetahui Taman Bungkul di Jalan Raya Darmo rusak seusai acara bagi-bagi es krim merupakan hal yang wajar. Hal ini karena Wali Kota yang akrab disapa Risma itu memiliki karakter seperti orang Surabaya kebanyakan.
Kendati demikian, menurut Nalini, ekspresi kemarahan yang ditunjukan Risma jangan terlalu berlebihan. Sikap Risma yang murka terhadap PT Unilever Indonesia, seharusnya lebih efektif dan efisien.
"Bu Risma boleh marah. Itu adalah hal wajar karena dia melihat ada orang yang tidak mengerjakan hal sesuai keinginannya. Namun, marahnya dia jangan berlebihan," kata Nalini, kepada merdeka.com, Senin (12/5).
Kemarahan Risma juga dinilai karena luapan emosi saja. Nalini melihat Risma sampai murka juga bermaksud baik dalam hal ini ingin memperingatkan kepada warga khususnya di sekitar Taman Bungkul agar menjaga kerapian di sebuah kota besar seperti Kota Surabaya. "Apalagi mayoritas orang Indonesia memang tidak terbiasa memelihara taman," ujar Nalini.
Supaya kejadian rusaknya Taman Bungkul tidak kembali terulang, Nalini menyarankan kepada Risma untuk melakukan langkah antisipasi sejak dini. Salah satunya, Risma bisa mendesak pihak panitia penyelenggara acara untuk mengganti kerugian akibat kerusakan itu.
Baca juga:
Risma gugat PT Unilever Rp 1 M karena rusak Taman Bungkul
Tanaman langka rusak, pohon 'sosis' Taman Bungkul cuma kenangan
Taman di Bojonegoro ini yang pertama kali dibangun Risma
Risma pimpin perbaikan Taman Bungkul yang rusak
Cintanya Risma pada taman-taman indah di Surabaya