LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

PSI Dinilai Dapat Efek Elektoral dari Isu Perda Syariah

PSI Dinilai Dapat Efek Elektoral dari Isu Perda Syariah. Berdasar survei Y-Publica, elektabilitas PSI mengalami kenaikan signifikan karena sudah menyentuh angka 2,6 persen.

2018-12-14 19:04:01
Perda Syariah
Advertisement

Y-Publica merilis survei terkait Perda Agama dalam pasar politik Indonesia. Survei yang dilakukan pada November-Desember 2018 itu menyebut 51,7 persen masyarakat tidak setuju dengan Perda syariah di Indonesia.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai Y-Publica menyedot perhatian publik karena gebrakan dan narasi kampanyenya terutama saat Ketua Umum PSI Grace Natalie mempersoalkan keberadaan Perda agama.

"Tentu saja, publik yang berpandangan politik sama, baik yang sekuler maupun moderat akan bersimpati kepada PSI, sehingga PSI mendapat efek elektoral cukup signifikan," ungkap Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (14/12).

Advertisement

Rudi membandingkan dengan Partai Berkarya besutan Tommy Soeharto yang juga mendapatkan perhatian dari publik dan diketahui juga sikap politiknya.

"Terlepas dari setuju dan tidaknya dengan narasi Berkarya untuk menghidupkan gagasan 'rindu Orde Baru'," ungkap Rudi.

Berdasar survei Y-Publica, elektabilitas PSI mengalami kenaikan signifikan karena sudah menyentuh angka 2,6 persen.

Advertisement

"Partai Berkarya juga naik pelan di angka 0,8 persen. Perindo mengalami stagnasi di angka 2,5 persen dari survei sebelumnya pada Agustus 2018," ujar Rudi.

Sedangkan di posisi puncak, elektabilitas PDI-Perjuangan bertengger di angka 29,1 persen. Disusul oleh Gerindra dengan 14,8 persen dan Golkar stagnan di angka 9 persen.

"PKB konsisten naik dari 5,1 persen pada Mei 2018 menjadi 7,0 persen, begitu pula Demokrat mulai membaik setelah sempat merosot pada Agustus lalu," jelas Rudi.

Sementara elektabilitas yang stagnan maupun melorot dialami Golkar, Nasdem, Perindo, dan Hanura, disebabkan oleh absennya partai-partai itu untuk menghadirkan gebrakan-gebrakan yang menyita perhatian publik.

Adapun survei Y-Publica dilakukanpada 20 November hingga 4 Desember 2018 dengan responden 1200 orang. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin error 2,98 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikut adalah hasil lengkap elektabilitas partai politik menurut survei Y-Publica:
PDIP 29.1%
Gerindra 14.8%
Golkar 9.1%
PKB 7.0%
Demokra t6.8%
NasDem 3.7%
PPP 3.2%
PKS 3.0%
PAN 2.7%
PSI 2.6%
Perindo 2.5%
Hanura 1.6%
PBB 1.1%
PKPI 0.8%
Berkarya 0.8%
Garuda 0.5%
Belum memutuskan/Tidak jawab 11.3%

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Politisi PKS ke PSI: Poligami Bagian Syariat Islam yang Jelas Aturannya
Aktivis Perempuan Sebut Beberapa Negara di Timur Tengah Sudah Larang Poligami
Korupsi Dana Pendidikan Rampas Hak Anak Kurang Mampu di Cianjur
Tolak Poligami, PSI Harus Berikan Argumentasi yang Kuat
PSI Nilai Putusan MK Atas UU Perkawinan Kemenangan Kecil Perempuan
Aktivis Perempuan Muhammadiyah: Tak Ada Perempuan yang Rela Dimadu

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.