PSG Juara Liga Champions Beruntun, Ukir Sejarah Baru di Kancah Eropa
Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mengukir sejarah sebagai tim kedua yang sukses **PSG Juara Liga Champions Beruntun** di era modern, melanjutkan dominasi di kancah sepak bola Eropa.
Paris Saint-Germain (PSG) telah mencetak sejarah baru dalam sepak bola Eropa dengan berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions. Keberhasilan ini menempatkan mereka dalam daftar elite klub yang sukses meraih trofi bergengsi tersebut secara beruntun.
Kemenangan ini diraih setelah Les Parisiens mengalahkan Arsenal melalui adu penalti dengan skor 4-3, menyusul hasil imbang 1-1 selama 120 menit. Pertandingan final yang menegangkan ini berlangsung di Puskas Arena, Budapest, pada 31 Mei.
Pencapaian gemilang ini melanjutkan dominasi PSG di bawah asuhan Luis Enrique, setelah musim sebelumnya mereka juga berhasil menundukkan Inter Milan 5-0 dalam final di Muenchen. Matvey Safonov menjadi starter di bawah mistar gawang, menggantikan Gianluigi Donnarumma yang telah hengkang.
Dominasi Bersejarah PSG di Era Modern
Gelar juara Liga Champions tahun 2026 ini secara resmi menempatkan klub Prancis tersebut sebagai tim kedua yang mampu mempertahankan trofi. Ini merupakan catatan penting sejak kompetisi berubah format menjadi Liga Champions pada musim 1992/93. Sebelumnya, hanya Real Madrid yang berhasil melakukan hal serupa dengan meraih tiga trofi beruntun dari tahun 2016 hingga 2018.
Jika melihat sejarah Piala Eropa dan Liga Champions selama 71 tahun, PSG kini menjadi klub kesepuluh yang sukses meraih gelar juara secara beruntun. Pencapaian ini menunjukkan konsistensi dan kualitas skuad yang luar biasa. Keberhasilan ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi tolok ukur baru bagi klub-klub Eropa lainnya.
Salah satu faktor kunci keberhasilan PSG dalam mempertahankan gelar adalah stabilitas skuad mereka. Seluruh sepuluh pemain outfield yang menjadi starter saat mengalahkan Arsenal di final juga merupakan pemain inti saat menundukkan Inter Milan pada final tahun sebelumnya. Perubahan signifikan hanya terjadi di posisi penjaga gawang, di mana Matvey Safonov dipercaya untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Gianluigi Donnarumma.
Konsistensi di Bawah Arahan Luis Enrique
Di bawah arahan pelatih Luis Enrique, PSG telah menunjukkan dominasi yang luar biasa selama dua musim terakhir. Sejak awal musim lalu, mereka berhasil merebut delapan dari sepuluh trofi yang tersedia di berbagai kompetisi. Ini membuktikan strategi dan kepemimpinan Enrique sangat efektif dalam membawa tim meraih puncak performa.
Dua gelar yang gagal dimenangkan PSG adalah Piala Dunia Antarklub musim panas lalu dan Coupe de France musim ini. Namun, di luar itu, Les Parisiens hampir selalu tampil dominan, baik di level domestik maupun di kancah Eropa. Konsistensi ini menjadi fondasi kuat bagi ambisi klub di masa depan.
Dengan dua gelar Liga Champions beruntun pada tahun 2025 dan 2026, PSG kini berpeluang besar untuk masuk ke dalam kelompok elite. Mereka bisa menjadi klub kelima yang menjuarai Liga Champions atau Piala Eropa tiga kali secara beruntun jika mampu mempertahankan tren positif musim depan. Meskipun demikian, rekor Real Madrid dengan lima gelar Piala Eropa beruntun pada periode 1956 hingga 1960 masih menjadi tantangan besar.
Berdasarkan data OPTA, Paris Saint-Germain kini bergabung dalam daftar eksklusif klub-klub yang pernah menjadi juara Eropa secara berturut-turut. Berikut adalah daftar klub juara Liga Champions/Piala Eropa beruntun:
Periode Piala Eropa
- Real Madrid (1956, 1957, 1958, 1959, 1960)
- Benfica (1961, 1962)
- Inter Milan (1964, 1965)
- Ajax (1971, 1972, 1973)
- Bayern Muenchen (1974, 1975, 1976)
- Liverpool (1977, 1978)
- Nottingham Forest (1979, 1980)
- AC Milan (1989, 1990)
Periode Liga Champions
- Real Madrid (2016, 2017, 2018)
- Paris Saint-Germain (2025, 2026)
Sumber: AntaraNews