Protes kasus Setya, Efek Rumah Kaca teriak Mosi Tidak Percaya di DPR
Mosi Tidak Percaya adalah judul lagu yang dibuat sebagai protes sidang etik yang hadirkan Setya digelar tertutup.
"Ini mosi tidak percaya, jangan anggap kami tak berdaya. Ini mosi tidak percaya, kami tak mau lagi diperdaya."
Begitu petikan lagu berjudul Mosi Tidak Percaya yang dibawakan Grup Band Efek Rumah Kaca di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/12) siang. Lewat lagu tersebut mereka protes terhadap kenyataan bahwa persidangan Ketua DPR Setya Novanto kemarin digelar secara tertutup.
Di aksi berbentuk konser itu, mereka juga menggalang dukungan protes keras terhadap Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang dalam kenyataannya tak mampu menggelar persidangan secara terbuka.
"Kalau MKD punya iktikad baik pasti digelar terbuka. Karena masyarakat memantau," kata Vocalis Efek Rumah Kaca, Cholid Mahmud di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/12).
Band yang beranggotakan tiga orang, yakni Cholil Mahmud pada vokal dan gitar, Adrian Yunan Faisal (bass), dan Akbar Bagus Sudibyo (drum) itu juga berharap agar penegak hukum turun tangan dalam kasus pencatutan nama Presiden yang dilakukan Setya Novanto. Mereka menilai, kasus ini bukan sekadar wakil rakyat yang melanggar etik sebagai anggota DPR, melainkan jelas masuk ke ranah hukum.
"Dulu kalau menghina Presiden langsung dicokok. Sekarang tunggu apalagi?" kata Cholil.
Dalam konser kecil-kecilan di depan Gedung DPR itu, selain membawakan lagu Mosi Tidak Percaya, Grup Band asal Jakarta ini juga membawakan lagu 'Di Udara'. Lagu 'Di Udara' merupakan sebuah lagu persembahan bagi aktivis pembela HAM Munir yang tewas saat melakukan perjalanan ke Amsterdam, Belanda.
Aksi ini juga menggalang dukungan dari masyarakat berupa hashtag #bersihkanDPR.
Baca juga:
Luhut minta segera diundang MKD untuk beri kesaksian
Jaksa Agung: Manusiawi Presiden marah, Setnov rusak wibawa negara
Kapolri: Presiden belum laporkan Setya Novanto ke Bareskrim
Sudirman Said: Kalau sidang tertutup berarti ada yang mau ditutupi
Menkum HAM: Riza Chalid sudah tidak di Indonesia sejak 4 hari lalu
Menko Luhut soal Jokowi marah pada Setya: Pantaslah marah
Tanpa diminta Jokowi, Jaksa Agung akan tetap usut 'Papa Minta Saham'