Menko Luhut soal Jokowi marah pada Setya: Pantaslah marah
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menunjukkan kemarahannya terkait kasus pencatutan namanya yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto. Menko Polhukam, Luhut Pandjaitan, menilai kemarahan itu sangat wajar.
"Presiden pantaslah marah," kata Luhut di Istana Bogor, Selasa (8/12).
Terkait kabar yang menyebut Jokowi dan JK bakal melaporkan Setya Novanto ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri atas dugaan permintaan saham PT Freeport Indonesia yang mencatut nama mereka, Luhut mengaku tak tahu. Sepengetahuannya, Jokowi, sedang sibuk dengan berbagai program pemerintahan tahun depan.
"Kalau itu saya enggak tahu, tanya saja Presiden. Saya rasa Presiden sibuk dengan masalah persiapan program tahun depan," ucap Luhut di Istana Bogor, Selasa (8/12).
Dia juga mengaku tidak tahu soal kabar yang menyebut Presiden telah memerintahkan Kapolri mencari keberadaan pengusaha Riza Chalid. "Tanya Kapolri-lah," katanya.
Dalam rekaman yang dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said, Riza Chalid mengatakan bila dirinya turut menyumbang untuk kampanye Jokowi-JK saat Pilpres 2014. Tak tanggung-tanggung, Riza menggelontorkan koceknya sebesar Rp 250 miliar untuk kampanye Jokowi-JK.
Tetapi hal tersebut dibantah keras oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Menurut Pramono, tak mungkin Riza menyumbang dana untuk kemenangan Jokowi-JK, sebab Riza secara total berada di Kubu Prabowo-Hatta saat Pilpres 2014.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya